Judul Buku : My Life as Film Director
Penuli : Haqi Achmad
My Life as Film Director (ditulis oleh Haqi Achmad), adalah sebuah buku yang membahas pengalaman empat sutradara muda Indonesia dalam perjalanan karir mereka sebagai sutradara film. Nama-nama yang sudah tidak asing di telinga kalian (khususnya bagi kalian yang movie freaks) seperti Hanung Bramantyo (Sutradara Ayat-Ayat Cinta) dan Ifa Isfansyah (Sutradara Sang Penari) berbagi pengalaman mereka dari awal mengenal film sampai sekarang saat mereka telah menghasilkan film-film yang tidak hanya meraup banyak untung, tetapi juga berkualitas sebagai sebuah karya seni.
Sementara Hanung Bramantyo dan Ifa Isfansyah pernah bersekolah film, dua sutradara sisanya, Joko Anwar (Sutradara Janji Joni) dan Sammaria Simanjuntak (sutradara Demi Ucok), tidak pernah mendapatkan pendidikan film secara formal sama sekali. Buku inipun memberikan lebih dari satu perspektif tentang cara seseorang memulai berkarir sebagai sutradara film.
Berisi tujuh bab yang terdiri dari (dinomor secara mundur layaknya countdown sebelum sebuah film mulai):
7. Kenalan dengan Dunia Film
6. Tugas Sutradara
5. Jalur Karir Menjadi Sutradara
4. Pro Kontra Keluarga
3. Titik Awal
2. Film Pertama… Kedua… dan Seterusnya
1. Detil Penting Jadi Sutradara
buku ini disusun sesuai dengan alur para sutradara memulai karirnya di dunia film sampai berprestasi seperti sekarang. Dan isi buku tidak terikat dengan langkah-langkah agar seseorang menjadi sutradara yang baku.
Penyajian yang colorful dan kutipan-kutipan para sutradara film terkenal dunia seperti Steven Spielberg, Quentin Tarrantino, dan Stanley Kubrick, menambah kemenarikan buku ini untuk disimak.Sayangnya, buku ini kurang membagi rata pengalaman setiap sutradaranya. Seperti ada satu bab yang isinya lebih didominasi dengan pengalamannya Ifa Isfansyah, sementara sutradara yang lain porsinya kurang di bab tersebut.
Terlepas dari kekurangannya, My Life as Film Director merupakan sebuah buku yang sangat worth it untuk dibaca oleh kalian yang khususnya suka dengan dunia film. Menarik sekali menyimak bagaimana Joko Anwar sudah menyelesaikan skrip Janji Joni (2005) pada tahun 1996, Hanung Bramantyo yang berusaha menjawab pertanyaan ayahnya soal kesanggupan Hanung membuat film yang komersil, Ifa Isfansyah yang mengawali karir dengan membuat beberapa film pendek yang memenangi festival, dan Sammaria Simanjuntak yang membuat film Cin(T)a “sendiri”.
oleh: http://melihatulang.blogspot.com/
Categories:
non-fiksi,
penulis tamu,
ulasan