Harga : Rp 30.000--
Kondisi : Baru (stok lama)--
Penerbit : Bentang--
Tanggal terbit : April 2011--
Jumlah Halaman : 294--
Berakhirnya orde baru ternyata tak serta merta membuat frekuensi milik publik bisa digunakan untuk menyiarkan kepentingan publik. Demokrasi bermedia ternyata dijadikan sekadar komoditas bagi para bos televisi. Alih-alih bisa merangkul masyarakat di segala penjuru Indonesia, televisi malah digunakan untuk kepentingan pihak tertentu dan menurut Ade Armando, televisi sekarang ini sangat Jakarta sentris. Tak salah jadinya kalau ada yang berkata bahwa media massa adalah penghancur kebhinekaan massa.
Buku ini akan menunjukkan bagaimana sistem pertelevisian yang sentralistis itu lahir, berkembang dan bagaimana itu merugikan kepentingan masyarakat luas. Buku ini juga akan memaparkan penjelasan serta ulasan sejumlah undang-undang terkait industri pertelevisian. Salah satunya yang paling penting adalah UU Penyiaran yang lahir pada 2002 yang diharapkan bisa membawa perubahan ternyata tak kunjung berjalan sesuai harapan karena adalahnya jalinan kepentingan antara pemodal dan negara yang menghambatnya.
===
- Pemesanan buku bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan.
- atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:
- Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya.
- Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
- Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Categories:
ade armando,
buku si ulat,
etalase,
komunikasi,
media massa,
non-fiksi,
televisi