Rojak
Fira Basuki
Uhh moment: "pergi ke hanya untuk menemui selingkuhan"
Sebarnya saya mau menunda baca buku ini dikarenakan saya belum mempunyai buku sebelumnya, Biru. Tapi, apa boleh buat rasa penasaran saya timbul setelah membaca blurbnya. Sehingga dari situ pula saya tau, Rojak mengacu pada Rujak. Makanan khas Indonesia yang berisikan buah-buahan yang diberi bumbu kcang yang gurih nan pedas. Makanan yang berisikan berbagai macam rasa dan bentuk.
Kisah di mulai dari masa ketika sebuah kejadian sudah berlangsung. Seorang wanita yang disebut Jan sedang bertemu seorang sahabatnya, Bernice, di sebuah sel di Singapura. Sebuah permintaan yang menyayat disampaikan kepada Bernice dari Jan, sebuah buku harian bersampul coklat yang Jan mohon Bernice sampaikan kepada seorang lelaki bernama Eric Tan.
Setelah memegang buku harian bersampul coklat itu tiba-tiba Bernice merasa tidak benar-benar mengenal sahabatnya yang sudah dikenalnya semasa duduk di bangku sekolah menengah yang juga di Singapura. Kenapa Jan bisa masuk ke penjara? Dan siapa pula lelaki bernama Eric Tan? Padahal sesungguhnya suami Jan seorang Jawa bernama Setyo, bukan Eric. Rasa penasaran itu yang akhirnya membiarkannya rasa sungkannya untuk membuka lembar demi lembar buku harian bersampul coklat itu.
Kisah di mulai dari masa ketika sebuah kejadian sudah berlangsung. Seorang wanita yang disebut Jan sedang bertemu seorang sahabatnya, Bernice, di sebuah sel di Singapura. Sebuah permintaan yang menyayat disampaikan kepada Bernice dari Jan, sebuah buku harian bersampul coklat yang Jan mohon Bernice sampaikan kepada seorang lelaki bernama Eric Tan.
Setelah memegang buku harian bersampul coklat itu tiba-tiba Bernice merasa tidak benar-benar mengenal sahabatnya yang sudah dikenalnya semasa duduk di bangku sekolah menengah yang juga di Singapura. Kenapa Jan bisa masuk ke penjara? Dan siapa pula lelaki bernama Eric Tan? Padahal sesungguhnya suami Jan seorang Jawa bernama Setyo, bukan Eric. Rasa penasaran itu yang akhirnya membiarkannya rasa sungkannya untuk membuka lembar demi lembar buku harian bersampul coklat itu.
Lalu cerita berjalan mundur, sesuai waktu dan tempat yang tertulis di setiap kisah dalam buku harian bersampul coklat. Kisah seorang wanita yang memiliki seorang suami berdarah Indonesia dan dua anaknya yang harus tinggal dengan mertua wanitanya yang keturunan ningrat. Jan merasa menjadi budak di rumahnya sendiri, melayani sang Ibu mertua tanpa ada dukungan dari suaminya. Hanya permohonan dari suaminya yang berat ke Ibunya. Ketika mengadu ke Ibu kandungnya sendiri, Ma (sebutan sang Ibu) menyuruhnya untuk bersabar, terlebih pada pernikahan campuran yang pasti memiliki perbedaan.
Tidak ada yang mengerti Jan. Jan harus melakukan sandiwara di depan kedua anaknya dan Ibu mertuanya. setyo, suaminya, tidak ada memberikan dukungan. Sampai suatu saat, Jan bertemu dengan Eric, segalanya berubah. Benar-benar mengubah arah hidup Jan. Tanpa ia sadari, kebahagiaan sesaat bukan hanya mengubah takdirnya, tapi juga keluarganya.
Alurnya yang maju mundur ke masa lalu, masa sekarang dan masa saat sang Ibu mertua bertemu dengan Bapak mertuanya sedikit membuat bingung, apalagi ditambah dengan sudut pandang yang bercampur-campur antara JAn, Bernice, ibu mertua dan Setyo, suami Jan. Tapi permaninan psikologis pada buku ini menarik untuk ditilik. Walaupun buku ini bisa dikategorikan buku yang tipis dengan isi setebal 174 halaman, tapi banyak yang bisa diambil dari kisahnya.
Tidak ada yang mengerti Jan. Jan harus melakukan sandiwara di depan kedua anaknya dan Ibu mertuanya. setyo, suaminya, tidak ada memberikan dukungan. Sampai suatu saat, Jan bertemu dengan Eric, segalanya berubah. Benar-benar mengubah arah hidup Jan. Tanpa ia sadari, kebahagiaan sesaat bukan hanya mengubah takdirnya, tapi juga keluarganya.
Alurnya yang maju mundur ke masa lalu, masa sekarang dan masa saat sang Ibu mertua bertemu dengan Bapak mertuanya sedikit membuat bingung, apalagi ditambah dengan sudut pandang yang bercampur-campur antara JAn, Bernice, ibu mertua dan Setyo, suami Jan. Tapi permaninan psikologis pada buku ini menarik untuk ditilik. Walaupun buku ini bisa dikategorikan buku yang tipis dengan isi setebal 174 halaman, tapi banyak yang bisa diambil dari kisahnya.
Categories:
Buku Si Kupu,
fiksi,
ulasan