Harga: Rp 20.000
Harga Penerbit: Rp 48.000
Kondisi: Baru


Jika biasanya banyak buku yang terbit dari twitter berisi kumpulan tweet semata, maka T(w)ITIT! karya Djenar Maesa  Ayu ini lebih dari sekadar itu.Dari akun Twitternya terpilih sebelas tweet Djenar yang kemudian dikembangkan menjadi cerita pendek.
Read More ...

0 comments


Harga: Rp 30.000
Harga Penerbit: Rp 45.000
Kondisi: baru

Entrok berkisah tentang perjalanan hidup Marni, seorang perempuan Jawa buta huruf dan pemuja leluhur, yang sangat giat bekerja. Berawal dari jualan sayur hingga akhirnya jadi juragan sawah. Marni punya anak, Rahayu namanya, generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat, penjunjung akal sehat. Hubungan ibu-anak ini kemudian menjadi asing satu sama lain bertahun-tahun.

Dalam novel dengan setting tahun '50an, di luar konflik internal tersebut, teror orde baru mulai terasa: merusak jiwa, merampas hak, memainkan kuasa seusai keinginan.


Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 

Read More ...

0 comments



Harga: Rp 20.000--
Harga penerbit: Rp. 28.000--
Kondisi: Baru 

Pink Girl Go Wild adalah wanita seniman. Dia adalah kaum urban. Kelas menengah atas. Tapi, di bukunya ini dia jago betul mendalami perasaan dan cerita masyarakat kelas bawah, terutama tentang rumah tangga, percintaan, poligami, dan kesenjangan gender dalam rumah tangga. PGGW seperti hidup sehari-harinya bersama para tokoh di ceritanya: tukang ojek, supir bajaj, penyanyi dangdut dan rocker tua playboy.

Katanya, ide buku ini terinspirasi dari tulisan di bagian belakang truk yang berbunyi sama seperti judul buku, “Utamakan Istri Muda”. Buku setebal 70an halaman ini dibagi menjadi empat sudut pandang: para suami, para istri tua, istri muda yang ranum, dan anak para istri.


PGGW juga lihai bermain dengan bahasa: kita akan menemukan kalimat-kalimat ajaib seperti “Dada montok menyembul” dan “terbahak-bahak di tengah riak tangan berkerak”; Alur ceritanya juga tak kalah seru. Twist di akhir cerita selalu bikin kita tertawa. Entah itu tertawa lucu atau miris. Sebuah cerita cinta yang khas dan…. Aduhai.

Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 15.000--
Harga asal: Rp 58.000--
Kondisi: Baru (stok lama)--
Penulis: J.D. Robb--
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama--


Menceritakan seri misteri-triler dengan tokoh-tokoh yang kerap hadir di setiap karangan J.D. Robb. Kali ini Letnan Eve Dallas berhadapan dengan kasus yang dianggap orang dan bahkan sesama polisi sebagai kasus yang tidak terlalu penting dan mudah dilupakan masyarakat, ternyata melibatkan tim medis yang ahli dan berpengalaman di bidangnya, serta kalangan politik.

Di sisi lain, saat sang Letnan semakin dalam mengasut kasus ini, ada pihak lain yang berusaha menjatuhkannya dan mengeluarkannya dari kasus tersebut, bahkan dari sistem yang sudah menjadi bagian diri sang Letnan. 

Tapi berkat kegigihannya terhadap kasus ini dan dukungan dari orang-orang yang peduli dengannya, ia bisa membuktikan bahwa itu bukan hanya kasus yang bisa cepat dilupakan masyarakat. 


===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments


Harga: Rp. 59.000---
Kondisi: Baru (bertanda tangan asli penulis)---

Novel terbarunya Pidi Baiq ini bercerita tentang kisah cinta masa SMA antara cowok anggota geng motor yang cerdas, kreatif dan nyeleneh bernama Dilan dengan Milea, siswi baru di sekolahnya Dilan yang cantik, manis dan baik. Cerita yang dikemas ringan ini menampilkan kisah cinta yang unik, aksinya Dilan untuk menunjukkan cintanya kepada Milea selalu tak biasa, lucu tapi tetap romantis.

Membaca novel Dilan ini akan bikin kita rindu setidaknya pada tiga hal. Pertama, masa SMA. Kita akan dijejali scene persekolahan seperti situasi jam istirahat di kantin, bandel saat upacara, tragedi guru sok jagoan, serta suasana tempat tongkrongan. Kedua, masa-masa awal jatuh cinta. Maklum, cerita ini kan memang berkisah tentang sejoli yang menjajaki hubungan dari nol sampe ke tahap paling klimaks dalam hubungan: jadian.  Ketiga, yang juga kental banget terasa di novel ini adalah nuansa 90an. Buku ini adalah mesin waktu yang mengajak kita untuk melihat lagi bagaimana pacaran tanpa ponsel dan hanya mengandalkan telpon rumah dan betapa sakralnya sebuah surat cinta. Karena terbatas dan selalu berjeda, komunikasi antara Dilan dan Milea saat tak bersama jadi begitu istimewa. Cerita cinta jaman lawas tan tak serba instan selalu punya kualitasnya sendiri.

Oya, saat Pidi Baiq berkunjung ke Jakarta, kami menyempatkan diri untuk datang dan memintakan tanda tangan pada buku yang kami jual untuk kalian ini. Jadi semakin spesial deh buku ini. Mari dimiliki, dibaca dan dikoleksi. :D


Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 
Read More ...

1 comments



Harga: Rp 109.000 --
Harga penerbit: Rp 159.000--
Tebal halaman: 512--
Kondisi: Baru--



Joanne Kathleen Rowling yang biasa "penyihir" kenal dengan J.K Rowling, dikenal dengan nama besar karyanya Harry Potter. Setelah merampungkan ketujuh seri Harry Potter dan tiga buku tambahan, J.K Rowling mencoba peruntungan lain di genre misteri. 

Rowling yang benar-benar keluar dari kehidupan fantasinya, kali ini menyuguhkan kisah misteri di bali kematian Barry Fairbrother yang menimbulkan banyak kejanggalan. Kota tempatnya hidup, Pagford, langsung gempar dengan indormasi tersebut. Terlebih kematiannya terjadi saat ia sedang merayakan ulang tahun pernikahaan dengan istrinya. 

Barry Fairbrother merupakan salah satu dewan kota Pagford yang dikenal berada disisi rakyat miskin dan terlantar. Kehidupan di Pagford memiliki dua ruang yang saling berkubu dan bersitegang; rakyat kaya dan miskin. Melihat perjuangan Barry Fairbrother, serta merta sahabatnya tidak ingin percaya kematiannya hanya karena pecahnya pembuluh darah diotak atau dikenal dengan aneurisme. Dengan sedikit bantuan dan upaya oleh beberapa pihak, penyelidikan kematian Barry Fairbrother kemudian dimulai. 

Agak sedikit aneh memang mengetahui siapa penulisnya, jika kalian pembaca seri Harry Potter kemudian membaca buku ini. Pergeseran dari dunia hayal dan gemerlap, berpindah menjadi dunia kelam dan penuh tanda tanya. Tapi perlu juga membaca sebuah kisah misteri dari seorang Ibu penghasil karya fantasi fenomenal dan rasakan sendiri sensainya.

pemesanan: 0812 9840 1388
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 18.000--
Harga penerbit: Rp. 29.800--


Karya dari Victor Hugo ini merupakan kisah yang menggambarkan sejarah kehidupan di Perancis pada tahun 1862. Les Miserables juga menjadi karya fenomenal pada masanya yang akhirnya diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul The Miserable. 

Kisah ini menceritakan tokoh utamanya, Jean Valjean, yang baru saja keluar dari penjara selama 19 tahun. Bukan merampok ataupun membunuh, Jean hanya mencuri sepotong roti untuk menghilangkan lapar. Tidak hanya dikurung selama waktu yang lama, Jean juga disiksa dan dihina oleh aparat. Sehingga, hinaan tersebut membentuk pola pada dirinya dan membuatnya kehilangan jati dirinya.

Akan tetapi seorang pendeta lah yang berhasil membuatnya keluar dari pikiran tersebut. Hingga menjadikannya pribadi yang berbeda, pribadi yang baru, bahkan tidak ada yang mengenalinya. Selanjutnya ia akan bertemu dengan wanita miskin yang sedang mencari uang untuk anak perempuannya. Ia tidak akan tau pertemuan ini yang akan menjadi ujian selanjutnya.


===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 18.000--
Harga Penerbit: Rp 29.800--


Bagi penikmat karya-kara Dan Brown, pasti tidak asing lagi dengan Divine Comedy. Buku karya Dante ini menjadi latar dari kisah terbaru seri Da Vinci Code, Inferno. Karya yang berasal dari Italia di tahun 1292 ini menjadi salah satu karya yang paling menuai sensasi, sehingga menggelitik Dan Brown untuk mengangkatnya menjadi salah satu latar dari novelnya.

Bagai mana tidak, buku ini mengisahkan Dante yang menggambarkan tahapan neraka. Digamabarkan, setelah kehilangan wanita yang ia cintai, sebelum ia menyatakn cintanya, Dante menjadi orang yang kehilangan jiwa dan raganya. Merasa tidak semangat dalam menjalani hidupnya. 

Namun, saat Dante merasa dirinya sadar dan tidak, ia sudah dituntun untuk memasuki neraka untuk kemudian menjalani penyucuian dosa, sebelum memasuki surga. Digambarkan pula, tingkatan penyucian dosa sesuai kesalahan dan sebarapa berat dosa yang sudah diperbuat. 

Seperti komik-komik sebelumnya (Faust, King Lear, Das Kapital), seri komik Divine Comedy menyuguhkan kisah dari pengarang yang menjadi pelopor di negaranya masing-masing, menjadi bacaan ringan dengan gambar-gambar. Sehingga, bagi kalian yang tidak suka membaca buku aslinya, buku seri komik  ini bisa menjadi alternatif yang tetap merasa penasaran dan ingin membacanya.  ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:





  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Harg: Rp 20.000--
Harga penerbit: Rp 29.000--
Kondisi: BARU---

Seperti yang sudah bisa ditebak, Rojak berarti Rujak. Rojak merupakan bahasa melayu untuk makanan yang memiliki cita rasa campur-campur, antara manis, asam, dan pedas. Dan bisa ditebak pula seperti apa kisah di dalamnya, kalau ditilik dari judul bukunya. 

Buku ini mengisahkan perjalanan hidup tokoh utamanya yang bernama Jan, seorang istri dan ibu berdarah Cina-Singapura dan menikah dengan lelaki berkebangsaan Indonesia, Setyo. Kisah yang beralur maju-mundur ini dibuka ketika Jan ada di balik sebuah jeruji penjara di Singapura. Kemudian saat Jan memberikan sebuah buku harian kepada sahabatnya, Batrice, sedikit demi sedikit misteri terkuak. 

Buku yang terkesan seperti buku metro pop ketika kita melihatnya, akan serta merta merubah persepsi kita begitu kita menyelami isinya. Sudut pandang yang disajikan, tidak hanya Jan sang tokoh utama, tapi juga Setyo dan Ibunda dari Setyo. Sehingga, kita bisa melihat berbagai sudut dan perspektif dari tiga sudut pandang sekaligus. Dan bisa memberikan dunia dan gambaran lebih luas mengenai permasalahan yang terjadi. Buku harian itu lah, kunci dari kotak misteri kenapa Jan bisa menjadi seorang yang tidak pernah disangka-sangka sahabatnya. 



===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments





Rantau 1 Muara
A Fuadi


"Memang impian bisa jadi nyata tapi yang nyata bisa jadi hampa."

Demkian sepenggal kalimat monolog yang diucapkan oleh tokoh utamanya, Alif Fikri. Kalau diperhatikan lagi baik-baik kalimat ini, bisa dikatakan pendapat sang tokoh bukan hanya isapan jempol aja. Terkadang mimpi yang kita harapankan harus ditunda, sekalipun mimpi tersebut sudah diambang mata kenyataan. Sehingga, kita harus dipaksa memutar balik haluan dan mengelilingi jalan menuju mimpi itu sekali lagi.

Seperti kisah yang dibangun oleh A Fuadi di buku terakhir seri Tetralogi Negeri 5 Menara ini. Rantau 1 Muara adalah buku pamungkas dari kisah perjalanan sang tokoh utama, Alif Fikri, dalam memperjuangkan mimpi seorang bocah yang berasal dari daerah pinggir Danau Maninjau, Sumatera Barat. Ketiga buku ini membutikan kesabaran yang harus dirasakan Alif sebelum mencapai mimpinya ke Amerika. 

Rantau 1 Muara mengisahkan perjalanan hidup Alif sekembalinya dari Kanada. Setelah mengenyam enaknya hidup diperantauan daratan Amerika, Alif dihadapkan dengan setumpuk masalah, seperti; daftar ulang semester di kampusnya, uang kosan, dan juga serentetan urusan yang selama setahun ia tinggal ke Amerika. Ia menyadari setiap jalan yang ia tempuh, pasti selalu menemui lubang, sekaligus jalan baru yang diberikan Tuhan tanpa disangka-sangka. 

Tepat satu hari setelah sidang akhir skripsinya, Alif bertolak ke Singapura yang lagi mendapatkan beasiswa. Sepulangnya dari Singapura, kebanggaan diri yang sedikit melambungkan kepalanya, akhirnya harus tertunduk oleh krisis moneter yang bertepatan pada tahun 1999 atau saat Alif sedang masa pencarian kerja. Segala bentuk pekerjaan di koran lokal yang selama ini menyokongnya, terpaksa memberhentikannya. Usaha sudah ia kerahkan untuk mencari kerja demi kelanjutan hidup, bukan hanya hidupnya tapi juga hidup keluarganya. 

Hingga akhrinya, segala doanya dijawab oleh Tuhan dengan diterimanya Alif sebagai wartawan sebuah majalah terpercaya dan terberani yang dimiliki Indonesia sejak dulu. Setelahnya, Tuhan sudah menyiapkan rencana lain untuk hidup Alif. Dan semuanya bermula dari sini.


Membaca seri tetralogi ini selalu mempunyai kenikmatan sendiri bagi saya (Si Kupu). Dikarenakan package komplit bisa didapatkan di seri-serinya, seperti; covernya punya ciri khas dari segi font yang dipakai, ya layaknya seri buku yang dimiliki Harry Potter. Sehingga dengan melihat fontnya saja, kita sudah tau, mengacu kemana font tersebut. Ciri khas lainnya datang dari covernya. Sampul depan selalu menjadi misteri buat saya. Saya tidak melulu memperhatikan ilustrasi depan, karena menurut saya kadang keduanya tidak saling berkesinabungan. Misalnya, saya bisa saja suka covernya, tapi tidak menyukai isinya. Begitupun sebaliknya. Tapi, untuk trilogi ini, menurut saya keduanya saling melengkapi satu sama lain. Untuk pembuktian itu, silahkan saja membaca ketiga serinya. Happy reading! 
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 20.000---
Harga penerbit: 38.000--
Kondisi: baru---


Sebuah buku yang berisikan sebelas kisah dan warna-warni dikala hujan. Apa makna hujan bagimu? Kesebelas pengarang yang mempresentasikan penalaran terhadap hujan melalui karya cerita pendeknya ini. Identik dengan kesedihan dan kegamangan, buku ini menyajikan perspektif keidentikan itu dari sebelas frame yang berbeda. 

Walaupun terkesan gelap dan sendu, sering kali kita juga bersyukur dengan hadirnya hujan, tiba-tiba ataupun dimulai dengan rencanya bersama mendung. Hujan juga sebagai pengingat, hidup tidak selalu terang dan bercahaya. Buku yang cocok untuk disantap bersama teh hangat dengan suasana dingin hujan di sebuah ruangan nyaman di rumah.



Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan.
Read More ...

0 comments



Lalita (Seri Bilangan Fu)
Ayu Utami



Awal melihat buku ini yang terlintas adalah sebuah buku yang berhubungan dengan alam atau tumbuh-tumbuhan, seperti terlihat pada covernya. Tapi ternyata, Lalita yang  merupakan seri kedua dari Seri Bilangan Fu dan covernya merujuk pada pelukis botani Amir Hamzah dan Mohamad Toha untuk mengenang karya dan dedikasi mereka. Sepertinya gambar buah yang berbentuk bulat mengacu pada apa yang dimaksud dari kisah di dalamnya. Itu hanya analisa saya. Setelah saya menyelesaikannya.

Kisah ini dimulai dari kegelisahan Yuda pada dunia, dunianya dan dunia yang ada di sekelilingnya. Dunia nyata dan dunia fana. Lalu, tanpa tau arah langkahnya, Yuda bertemu dengan temannya yang bernama Oscar dan pada saat itu lah akhirnya Yuda bertemu dengan Lalita. Wanita yang cerdas dan menyukai seni, tapi juga menyukai seni pada dirinya. Penapilan luar wanita itu sepenuhnya "tertutup" oleh kemeriahan palsu. 

Awalnya Yuda tidak tertarik, Lalita berbeda sangat jauh dengan Marja, kekasihnya, pikirnya. Tapi takdir berkata lain. Ketika Lalita tertimpa satu kejadian yang hampir mencelakakannya, tapi akhirnya terhalang oleh kesigapan Yuda. Sebagai balasannya lah, Lalita memberikan Axis Mundi pada Yuda, yang belum pernah Yuda rasakan, sekalipun dengan Marja. 

Sekaligus rentetan kejadian aneh, tidak hanya menimpa Yuda, tapi juga kekasihnya Marja dan sahabatnya Parang Jati. Lagi ketiga sahabat itu harus bergumul dengan sebuah misteri yang mau tidak mau mereka pecahkan dan cari tau kebenaran dan asalnya.  Rentetan misteri yang diterima ketiga sahabat itu akan mengantarkan mereka pada sebuah misteri antara Candi Borobudur, Sigmund Freud, Carl Gustav Jung, dan Vampir. Lalu, apa hubungannya antara misteri itu terhadap Lalita dan Sejarah Indonesia?

Seri lanjutan dari Manjali dan Cakrabirawa ini mempunyai tokoh sentral yang sama, yakni; Yuda, Parang Jati dan Marja. Dan di kedua bukunya, ketiga sahabat ini memasuki dunia baru dari misteri yang ada di depan mereka. Selain itu juga, kisah ini dibumbui sejarah dan pengetahuan yang tidak alasan untuk melewati buku ini dan juga kisah segitiga sahabat itu.
Read More ...

0 comments



Perempuan yang Melukis Wajad
Various Writer


Sebuah antologi yang menarik dari para penulis ternama Indonesia. Hujan menjadi tema besar buku yang terdiri dari 11 cerita pendek. Hujan yang memiliki banyak persepsi untuk setiap orang, bisa berarti hujan sebagai berkah yang harus disyukuri oleh orang satu, atau berarti musibah untuk orang lainnya, mungkin juga berarti kebencian untuk orang yang berbeda. Tergantung apa pengalaman atau cerita di balik hujan untuk pribadi masing-masing. 

Salah satu ceritanya adalah yang menjadi judul buku ini, Perempuan yang Melukis Wajah. Kisah ini menceritakan sebuah kejadian kelam pada seorang wanita yang sebentar lagi akan menikah. Hari yang bisa dihitung dengan jari, tiba-tiba berbalik 180 derajat di hari yang hujan dan penuh dengan kesemerawutan di Ibukota. Hari di mana ia harus melupakan semua cita-citanya, bahkan wajahnya sendiri, demi kekasih jiwanya. 

Atau kisah lain yang berjudul, Humsafar. Kisah ini menjadi kisah pertama buku ini, sekaligus menjadi kisah favorit saya. seorang wanita, yang selalu terkukung dalam kesendiriannya, bahkan semakin jadi ketika orang tuanya harus meninggal dalam sebuah kecelakaan. Kesendirian yang membuatnya nyaman itu berkat usaha keluarganya yang memiliki sebuah usaha pemakaman umum dan sekaligus menjadi tempat tinggal wanita tersebut dari kecil. Sehingga ia dijauhi temannya, karena mereka pikir sang wanita menakutkan dan mempunyai hantu. Tapi itu tidak pernah merisaukan masalah itu, masalah yang ia anggap sepele, sampai di bandara internasional Dubai. Saat ia ingin kembali ke Jakarta, ia bertemu dengan seorang pria. Pria yang akhirnya membawanya keluar dari kenyamanan sendiri, pria yang berasal dari Afganistan, pria yang bekerja menjadi editor di negara asalnya, dan pria yang berhasil mengikatkan komitmen walau terkendala jarak. Pertemuan unik, sekaligus memeberitahukannya bahwa sang pria adalah Humsafarnya.

Meski terkesan ringan, buku ini tidak benar-benar ringan jika dibaca. Banyak terselip arti-arti lain di dalamnya dari kehidupan sehari-hari. Bacaan yang pas di saat hujan seperti sekarang ini, atau ingin bernostalgia dengan deru rintik hujan.
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 30.000--
Harga Penerbit: Rp 50.000--
Kondisi: Baru-- 



Petualangan tiga sahabat mengarungi misteri-misteri yang ada di Indonesia, Yuda, Marja, dan Parang Jati. Lalita merupakan buku kedua dari kisah petualangan ketiga sahabat tersebut. Menceritakan kegelisahan Yuda terhadap dunianya dan dunia sekelilingnya. Sebuah kegelisahan yang muncul berkaitan dengan tak ratanya kehidupan di Ibu Kota yang menawarkan perbedaan yang mencolok. Lalu munculnya Lalita di hadapannya. Wanita yang tidak ia sangka-sangka bisa menarik perhatiannya, padahal ia tipe lelaki setia terhadap gadisnya, Marja. Wanita yang bisa memberikan kenikmatan yang wanita manapun bisa berikan kepadanya, Marja sekalipun. 

Tapi ia tidak pernah membayangkan pertemuan itu merupakan awal dari dari rentetan misteri yang akhirnya melibatkan kedua sahabatnya Marja dan Parang Jati. Ternyata Lalita bukan lah wanita dewasa biasa yang hidup di kalangan atas dan sosialita Ibu Kota. Ia menyimpan misteri sejarah Borobudur yang ternyata ada kaitannya dengan ilmuan psiko analisa Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung. Misteri yang kemudian mengatarkan Parang Jati dan Marja harus menemukan sesuatu yang sudah lama hilang dan membersihkan apa yang sudah dimulai oleh Yuda. Suatu kekacauan yang disesali Yuda, karena harus merelakan kekasih sekaligus sahabatanya Marja harus kembali dengan Parang Jati yang ia tahu menyimpan sesuatu di belakangnya.&nbsp ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

1 comments



Harga: Rp 38.000--
Harga Penerbit: Rp 65.000--
Kondisi: Baru--


Alif seorang santri yang awalnya disekolahkan di pesantren ternama di tanah Jawa oleh Amaknya untuk menjadi ulama seperti Buya Hamka, akhirnya justru bisa melanglang buana melalui mimpinya. Setelah lulus dari Pesantren Gontor, Alif akhirnya pulang ke kampung halamannya, di Padang, Sumatra Barat. Ia ingin meneruskan mimpinya untuk menjadi seperti Habibie. Namu dua kendala muncul di depannya, Amak dan Ijazah. Amak yang ingin anaknya menjadi ulama di daerahnya dan Pesantren Gontor yang belum mengeluarkan ijazah untuk anak didiknya. 

Sesuai dengan mantra pertamanya, man jadda wajada - orang yang bersungguh-sungguh akan berhasil, akhirnya Alif menemukan jalannya menuju mimpinya. Mimpi yang kemudian akan menemukannya pada mantra kedua man shabara zhafira - orang yang bersabar akan beruntung yang menuntunnya kepada keberuntungan-keberuntungan hingga ke negeri Kanada. ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Witness in Death
J.D. Robb


Tiba-tiba saya suka berburu buku karangan J.D. Robb, padahal awalnya say tidak begitu tertarik membaca buku pertama yang saya baca. Tapi setiap ketika menemukan buku J.d Robb saat huntibg buku, menjadi hal yang memuaskan. Sebenarnya, sama seperti dua buku misteri-triler yang saya baca, Sydney Sheldon dan Agatha Chritie, hanya saja, J.D Robb memberikan tokoh utama yang sama dengan kasus yang beraneka ragam.

Kali ini kasus tersebut terjadi tepat di depan mata sang Letnan Dallas, selaku pimpinan NYSPD untuk kasus pembunuhan. Letnan Eve Dallas bersama suaminya, Roarke, sedang menikmati pertunjukan teater mengenai pembunuhan. Karena sudah terbiasa mengurus pembunuhan, Eve, tidak tahan untuk tidak menganalisis kisah yang sedang ditontonnya. Tapi ketika ia sedang memeperhatikan tokoh pembunuh, ia melihat sesuatu yang tak wajar. Tokoh yang seharusnya mati palsu, tiba-tiba bersimbahkan darah tepat di depan matanya.

Seketika itu juga, Letnan Dallas dan Roarke berlari menuju pangguug. Tepat saat itu juga sang tokoh pembunuh, Areena, berteriak histeris dan pingsan, begitu melihat darah yang seharusnya tidak ada. Pembunuhan yang menyita banyak perhatian dan saksi, belum juga media yang akan mengangkat kematian aktor yang sangat berbakat, Richard Draco. Satu-satu, saksi ditanyai, aktor-aktris, crew, penonton. Eve, sadar, korban dibenci oleh keseluruhan orang yang mengenal secara pribadi maupun, untuk urusan pekerjaan. 

Pekerjaan, Eve dan timnya semakin sulit. Karena pembunuhan ini dibuat menjadi bagian dari pementasan drama oleh sang pembunuh. Belum lagi salah satu crew drama tersebut, ditemukan mati gantung diri. Tapi, Eve tidak mau menerima, kalau itu bunuh diri. Ketika ia mempelajari lagi video yang menunjukan pementasan, sang crew, Eve melihat sesuatu yang janggal yang dilihat oleh sang crew. Hanya tiga detik hal yang janggal itu muncul di muka sang crew, tapi memuat Eve terusik. 

Eve sadar ia berhadapan dengan aktor/aktris yang berbakat dan sangat mencitai pekerjaannya, mau tak mau, Eve harus ikut bersandiwara mengikuti alur sang pembunuh.

Logika pembunuhan menarik perhatian saya, hingga menghasilkan alibi untuk sang pembunuh. Kisah kali ini lebih sentimentil, karena mengembalikan lagi kesedihan lama sang Letnan. Seperti apa kasus yang ditangani dengan mengikutikan sertakan hal yang dilarang oleh polisi, emosi.
Read More ...

0 comments



Mere Matkadevi dan 123 Karakter Lainnya
Tulus Ciptadi Akib



Kemajuan jaman berdampak dengan daya kreatifitas manusia. Salah satu contohnya buku ini. Buku ini saya temukan secara tidak sengaja, pemberian dari seorang editor penerbit yang menerbitkan buku ini. Untuk refrensi saya, katanya. Begitu saya melihat konsep yg dibuat sang penulis, saya terkesan dengan ide dan latar belakang ia menulis, hingga akhirnya dibukukan. 

Jika kamu ingin membaca sebuah cerita dari berbagai sudut  atau dengan berbagai macam trik layaknya novel, bukan buku ini yg kalian cari. Tapi setidaknya buku ini memberikan banyak warna, banyak genre, di dalamnya. Buku ini menyajikan kisah yang sering secara sadar kita tahu tapi dilupakan atau tersamarkan dengan lika-liku kehidupan sehari-hari, bahkan ada juga yang jarang kita perhatikan. Cerita yang disajikan tidak lebih dari dua halaman, bahkan ada pula yg hanya kurang dari setengah halaman. 

Dan yang paling menarik perhatian saya adalah cara sang penulis memberikan judul dan membungkus cerita yang terdiri dari 123 cerita dengan cara yang menggelitik. Setiap judul diberi nama sesuai dengan toko utama yang mewakilkan kisahnya. Dan bukunya dikemas seperti buku telepon yg diawali oleh abjad namanya. Walaupun kisahnya saya sebut very short story, tapi tidak melupakan klimaks yang menjadi nyawa hingga bisa disebut sebuah cerita. 


Salah satu kisahnya mengenai sudut pandang seorang anak yang berusia empat tahun terhadap keluarga heterogen atau dari lingkungan homoseksual. Atau kisah seorang gadis berusia 27 tahun yang harus meninggalkan Abangnya yang menjadi keluarga satu-satunya untuk memasuki hidup baru. Kisah misteri, kisah cinta usia remaja, kisah cinta usia tua, kritik untuk pemerintaha, kaya, miskin, kisah cinta universal, bahkan kisah seorang anjing kampung. Warna-warni hidup dirangkum menjadi sebuah telepon yang apik oleh sang penulis. 
Read More ...

0 comments



Rojak
Fira Basuki
Uhh moment: "pergi ke hanya untuk menemui selingkuhan"


Sebarnya saya mau menunda baca buku ini dikarenakan saya belum mempunyai buku sebelumnya, Biru. Tapi, apa boleh buat rasa penasaran saya timbul setelah membaca blurbnya. Sehingga dari situ pula saya tau, Rojak mengacu pada Rujak. Makanan khas Indonesia yang berisikan buah-buahan yang diberi bumbu kcang yang gurih nan pedas. Makanan yang berisikan berbagai macam rasa dan bentuk. 

Kisah di mulai dari masa ketika sebuah kejadian sudah berlangsung. Seorang wanita yang disebut Jan sedang bertemu seorang sahabatnya, Bernice, di sebuah sel di Singapura. Sebuah permintaan yang menyayat disampaikan kepada Bernice dari Jan, sebuah buku harian bersampul coklat yang Jan mohon Bernice sampaikan kepada seorang lelaki bernama Eric Tan. 

Setelah memegang buku harian bersampul coklat itu tiba-tiba Bernice merasa tidak benar-benar mengenal sahabatnya yang sudah dikenalnya semasa duduk di bangku sekolah menengah yang juga di Singapura. Kenapa Jan bisa masuk ke penjara? Dan siapa pula lelaki bernama Eric Tan? Padahal sesungguhnya suami Jan seorang Jawa bernama Setyo, bukan Eric. Rasa penasaran itu yang akhirnya membiarkannya rasa sungkannya untuk membuka lembar demi lembar buku harian bersampul coklat itu. 

Lalu cerita berjalan mundur, sesuai waktu dan tempat yang tertulis di setiap kisah dalam buku harian bersampul coklat. Kisah seorang wanita yang memiliki seorang suami berdarah Indonesia dan dua anaknya yang harus tinggal dengan mertua wanitanya yang keturunan ningrat. Jan merasa menjadi budak di rumahnya sendiri, melayani sang Ibu mertua tanpa ada dukungan dari suaminya. Hanya permohonan dari suaminya yang berat ke Ibunya. Ketika mengadu ke Ibu kandungnya sendiri, Ma (sebutan sang Ibu) menyuruhnya untuk bersabar, terlebih pada pernikahan campuran yang pasti memiliki perbedaan. 

Tidak ada yang mengerti Jan. Jan harus melakukan sandiwara di depan kedua anaknya dan Ibu mertuanya. setyo, suaminya, tidak ada memberikan dukungan. Sampai suatu saat, Jan bertemu dengan Eric, segalanya berubah. Benar-benar mengubah arah hidup Jan. Tanpa ia sadari, kebahagiaan sesaat bukan hanya mengubah takdirnya, tapi juga keluarganya.

Alurnya yang maju mundur ke masa lalu, masa sekarang dan masa saat sang Ibu mertua bertemu dengan Bapak mertuanya sedikit membuat bingung, apalagi ditambah dengan sudut pandang yang bercampur-campur antara JAn, Bernice, ibu mertua dan Setyo, suami Jan. Tapi permaninan psikologis pada buku ini menarik untuk ditilik. Walaupun buku ini bisa dikategorikan buku yang tipis dengan isi setebal 174 halaman, tapi banyak yang bisa diambil dari kisahnya.

Read More ...

0 comments





Catching Fire - Tersulut
Suzanne Collins
Uhh moment: Adegan di mana Katniss mengenakan baju buatan perancangnya sebagai ejekan untuk kapitol.



The second is better than the first!! Seenggaknya itu menurut saya. Saat saya membaca seri pertama, saya seperti membaca buku teenlit dengan kemasan baru. Apalagi dengan endingnya yang anti klimaks. Tetapi seri kedua berbeda. Suzanne Collins berhasil memutarbalik itu semua!

Kisah dimulai dengan kehidupan pemenang ke 75 Hunger Games, Katniss Everdeen dan Peeta Melark. Setelah berhasil mempermainkan pemenrintahan capitol dengan kemenangan dua orang pemenang, mereka harus menjalankan serangkaian kunjungan pemenang ke distrik-distrik, capitol, hingga kembali ke distrik mereka sebagai puncak arak-arakan pemenang, sebelum akhirnya mereka akan menjadi mentor di acara quarter quell. Quarter quell merupakan acara hunger games per 25 tahun sekali dengan games yang dirancang lebih menantang dan bahkan sampai mengundang dua kali lipat peserta.

Tetapi hidup Katniss yang membosankan sebagai pemenang tidak akan lagi bisa menyenangkan dan aman semenjak kejadian buah berry yang ia lakukan saat final hunger games untuk memenangkan ia dan Peeta. Ternyata tindakannya itu menyulut api pemberontakan di distrik-distrik lain, dimulai di distrik sebelas ketika ia mengunjungi distrik tersebut sebagai pemenang hunger games! Apa lagi pemberontakan itu semakin nyata dengan kedatangan langsung presiden Snow ke rumahnya yang baru di desa pemenang di distrik 12, presiden Snow mengancam Katniss untuk melakukan skenario capitol agar meredam api pemberontakan yg telah tersulut.Mereka harus memanikan lagi sandiwara dua pasangan merana yang sedang jatuh cinta.

Tugas yang seharusnya mudah karena sudah ia dan Peeta lakukan selama di arena Hunger Games, tiba-tiba mejadi sulit. Usaha mereka untuk memenuhi rencana capitol selama perjalanan pemenang dinyatakan gagal dengan timbulnya pemberontakan baru di distrik 8. Timbulnya pemberontakan-pemberontakan tersebut menyadarkan Katniss akan kebusukan capitol dan permainannya yang telah membuatnya menjadi boneka mereka. Dengan kenyataan itu, Katniss berusaha membalikan keadaan dan ikut mejungkirkan capitol, tetapi rencana tersebut tidak berlangsung lama hingga capitol mengeluarkan sejatanya, yaitu memasukan lagi para pemenang yang masih ada di setiap distriknya dalam quarter quell, yang otomatis mengharuskan Katniss (sebagai satu-satunya pemenang wanita di distrik 12)menjadi peserta lagi. Katniss sadar ini lah skenario selanjutnya capitol untuk melenyapkannya di depan para pemberontak. Harapan kembali digoyahkan. Tetapi satu-satunya hal yang capitol tidak tahu adalah sang mockingjay tidak akan pernah kehilangan suaranya untuk bernyanyi.

Seri kedua ini benar-benar tidak membiarkan orang yang membacanya duduk tenang sebelum mereka menyelasaikannya, setidaknya menurut saya. Dengan intrik-intrik yang ditutupi dari Katniss hingga akhir cerita membuat saya sebagai pembaca menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya pada sang Mockingjay atau Katnis yang sudah menjadi lambang pemberontakan itu sendiri. Belum lagi Collins yang sengaja membuat bigung pambaca dengan perasaan Katniss terhadap dua pria yang memiliki karakter bertolak belakang tetapi sama-Sama mencintainya mati-matian dan pastinya sama-sama memiliki ketampanan dan kelebihannya masing-masing. 

Dengan pasangan dari distrik 12 Katniss dan Peeta sepertinya memperkuat kisah ini. Peeta yang lebih lembut, penyayang, penuh perhitungan dan mempunyai kekuatan disetiap kata-katanya dengan Katnis yang tangguh dan spontan membuat kisah ini semakin menarik, perbedaan antara Peeta dan Katniss lah yang membuat medan daya mereka jadi tarik-menarik. Selain kisah percintaan segitiga, kisah fantasi seri Hunger Games memiliki sisi nyatanya pula yang menarik perhatian saya. Adanya Hunger Games, pertahanan hidup di arena, pemerintahan Capitol dan serang-serangan yang dirancang oleh juri Hunger Games saat diarena, mengingatkan saya akan kehidupan ini. Dimana manusia akan selalu menghadapi apapun tanpa tau apa yang menunggu di depan sana. Dan juga kehebohan, ketidakpekaan dan juga mementingkan teknologi serta tidak akan terusik apabila kepenuhannya tidak terpenuhi rakyat capitol, sepertinya menjadi kritik dari penulis terhadap masyarakat modern sekarang yang sudah seperti robot dibandingkan manusia. Jadi selain menghibur dengan karya fiksi-fantasinya, Catching fire juga bisa membawa kita dunia dari segi buku faksi-fantasi ini dan juga lebih semangat membacanya dibanding seri pertamanya.
Read More ...

0 comments



Judul : Hanya Salju dan Pisau Batu-- 
Penulis : Pidi Baiq dan Happy Salma-- 
Rate : Menyenangkan sekaligus menyebalkan-- 
Uuh moment : "Alienasi"

Ini adalah buku kolaboratif. Ditulis oleh Pidi Baiq dan Happy Salma. Ah, kenapa saya malah menuliskan Pidi Baiq lebih dulu dibanding Happy Salma, berbeda dengan yang dituliskan di buku. Tak jelas apakah buku ini fiksi atau bukan. Tulisannya bercampur-campur antara curhatan, cerita fiksi pendek, cerita fakta berkedok fiksi dan gagasan serta opini yang bahkan terkadang kritis sekaligus filosofis.

Buku ini menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena bikin penasaran. Apakah gerangan yang akan menjadi tulisan balasan untuk tulisan sebelumya. Pertanyaan itu jadi bahan bakar yang membuat saya terus melanjutkan buku sampai habis.

Bentuk tulisan yang saling berbalas ini juga membuat saya teringat dengan budaya berkirim surat dengan sahabat pena yang belum pernah bertatap muka. Dan ternyata benar, Pidi Baiq dan Happy Salma saat menulis buku ini belum pernah bertemu sama sekali (Tapi dari situ timbul pertanyaan, apa yang membuat mereka berkolaborasi membuat buku. Hmm, mungkin karena Happy Salma selebritis dan dia membaca buku Pidi Baiq)

Aksi berbalas cerita ini mengingatkan saya pada kisah Mary dan Max di film Mary and Max, dua sahabat pena beda umur dan dipisahkan jarak yang begitu jauh. Mary di Australia, Max di Amerika. Mereka begitu intim bertukar kisah dan pemikiran, bahkan hingga bertahun-tahun. 

Berdasarkan pengalaman pribadi dalam berkirim kartu pos pun, saya juga merasakan serunya bertukar cerita dengan orang asing. Mungkin karena itu juga buku ini menyenangkan bagi saya. Entah gimana, saya malah bisa mencurahkan isi hati kepada orang yang saya tak kenal itu. Dan begitu jugalah yang terjadi pada buku ini, Happy Salma terasa begitu mantap menceritakan kejadian-kejadian di hidupnya. Buku ini pun tak jadi sepenuhnya buku fiksi, karena Happy bercerita seperti dia menulis diari. Dia bercerita tentang sosok Ayahnya yang ia cinta, tentang pertunjukan teater yang ia hadiri, tentang masa kecilya, juga tentang kegilasahannya atas gaji teman kerjanya yang sangat kecil.

Pidi Baiq, selalu merespon cerita-cerita Happy Salma. Entah dengan banyolan ngawur, uraian filosofis dan logis tentang apa yang dipersoalkan di cerita Happy Salma; dengan cerita fiksi yang satu tema, atau mengurai gagasan-gagasan kritis. Ya, di buku ini, Pidi Baiq sering sekali mengeluarkan sisi kritisnya. Contohnya, Pidi Baiq bahkan, dalam tulisan berjudul Alienasi, mengutip Karl Marx untuk merespon cerita Happy Salma tentang penghasilan seorang seniman. 

Sayangnya, dan juga curangnya, tulisan-tulisan Pidi Baiq sangat jarang direspon oleh Happy Salma. Hmm, apa memang kolaborasi ini memang dibuat satu arah? Ah, oke, catat ini sebagai hal yang menyebalkan dari buku ini.

Menarik untuk dicermati juga kehidupan Happy Salma ini. Tuturan ceritanya mencerminkan bagaimanakah gaya hidup masyarakat kelas menengah yang suka sastra. Dia berpenghasilan tinggi, bergaul dengan sosialita, ikut arisan rutin bersama ibu-ibu sekelasnya, menaruh atensi lebih pada detil, termasuk pada ketimpangan yang terjadi di lingkungannya, ia iba pada rekan kerjanya yang kerjanya berat tapi gajinya sangat kecil. Ia sadar gajinya berkali-kali lipat lebih besar daripadanya, ia juga sadar kalau rasa ibanya besar. Ia berbelas kasih. Tapi sayang, tanpa aksi. Ia hanya bisa diam, dan tak bekutik sedikitpun. Ia hanya bisa iba. Ah, persis sekali dengan kelas menengah lainnya yang berisik mengeluh di Twitter.


Pidi dan Happy sama-sama kelas menengah. Tapi mereka menjalani hidup dengan cara yang berbeda. Pidi gemar memberi uang kepada orang asing secara spontan. Ia juga akrab bergaul dengan tetangganya. Dan Pidi hidup apa adanya, sederhana dan otentik, persis seperti gaya tulisannya. Tidak berbunga-bunga mencoba nyastra seperti  gaya tulisan Happy Salma. 
Read More ...

0 comments