Mere Matkadevi dan 123 Karakter Lainnya
Tulus Ciptadi Akib



Kemajuan jaman berdampak dengan daya kreatifitas manusia. Salah satu contohnya buku ini. Buku ini saya temukan secara tidak sengaja, pemberian dari seorang editor penerbit yang menerbitkan buku ini. Untuk refrensi saya, katanya. Begitu saya melihat konsep yg dibuat sang penulis, saya terkesan dengan ide dan latar belakang ia menulis, hingga akhirnya dibukukan. 

Jika kamu ingin membaca sebuah cerita dari berbagai sudut  atau dengan berbagai macam trik layaknya novel, bukan buku ini yg kalian cari. Tapi setidaknya buku ini memberikan banyak warna, banyak genre, di dalamnya. Buku ini menyajikan kisah yang sering secara sadar kita tahu tapi dilupakan atau tersamarkan dengan lika-liku kehidupan sehari-hari, bahkan ada juga yang jarang kita perhatikan. Cerita yang disajikan tidak lebih dari dua halaman, bahkan ada pula yg hanya kurang dari setengah halaman. 

Dan yang paling menarik perhatian saya adalah cara sang penulis memberikan judul dan membungkus cerita yang terdiri dari 123 cerita dengan cara yang menggelitik. Setiap judul diberi nama sesuai dengan toko utama yang mewakilkan kisahnya. Dan bukunya dikemas seperti buku telepon yg diawali oleh abjad namanya. Walaupun kisahnya saya sebut very short story, tapi tidak melupakan klimaks yang menjadi nyawa hingga bisa disebut sebuah cerita. 


Salah satu kisahnya mengenai sudut pandang seorang anak yang berusia empat tahun terhadap keluarga heterogen atau dari lingkungan homoseksual. Atau kisah seorang gadis berusia 27 tahun yang harus meninggalkan Abangnya yang menjadi keluarga satu-satunya untuk memasuki hidup baru. Kisah misteri, kisah cinta usia remaja, kisah cinta usia tua, kritik untuk pemerintaha, kaya, miskin, kisah cinta universal, bahkan kisah seorang anjing kampung. Warna-warni hidup dirangkum menjadi sebuah telepon yang apik oleh sang penulis. 

Leave a Reply