Lalita (Seri Bilangan Fu)
Ayu Utami
Awal melihat buku ini yang terlintas adalah sebuah buku yang berhubungan dengan alam atau tumbuh-tumbuhan, seperti terlihat pada covernya. Tapi ternyata, Lalita yang merupakan seri kedua dari Seri Bilangan Fu dan covernya merujuk pada pelukis botani Amir Hamzah dan Mohamad Toha untuk mengenang karya dan dedikasi mereka. Sepertinya gambar buah yang berbentuk bulat mengacu pada apa yang dimaksud dari kisah di dalamnya. Itu hanya analisa saya. Setelah saya menyelesaikannya.
Kisah ini dimulai dari kegelisahan Yuda pada dunia, dunianya dan dunia yang ada di sekelilingnya. Dunia nyata dan dunia fana. Lalu, tanpa tau arah langkahnya, Yuda bertemu dengan temannya yang bernama Oscar dan pada saat itu lah akhirnya Yuda bertemu dengan Lalita. Wanita yang cerdas dan menyukai seni, tapi juga menyukai seni pada dirinya. Penapilan luar wanita itu sepenuhnya "tertutup" oleh kemeriahan palsu.
Awalnya Yuda tidak tertarik, Lalita berbeda sangat jauh dengan Marja, kekasihnya, pikirnya. Tapi takdir berkata lain. Ketika Lalita tertimpa satu kejadian yang hampir mencelakakannya, tapi akhirnya terhalang oleh kesigapan Yuda. Sebagai balasannya lah, Lalita memberikan Axis Mundi pada Yuda, yang belum pernah Yuda rasakan, sekalipun dengan Marja.
Sekaligus rentetan kejadian aneh, tidak hanya menimpa Yuda, tapi juga kekasihnya Marja dan sahabatnya Parang Jati. Lagi ketiga sahabat itu harus bergumul dengan sebuah misteri yang mau tidak mau mereka pecahkan dan cari tau kebenaran dan asalnya. Rentetan misteri yang diterima ketiga sahabat itu akan mengantarkan mereka pada sebuah misteri antara Candi Borobudur, Sigmund Freud, Carl Gustav Jung, dan Vampir. Lalu, apa hubungannya antara misteri itu terhadap Lalita dan Sejarah Indonesia?
Seri lanjutan dari Manjali dan Cakrabirawa ini mempunyai tokoh sentral yang sama, yakni; Yuda, Parang Jati dan Marja. Dan di kedua bukunya, ketiga sahabat ini memasuki dunia baru dari misteri yang ada di depan mereka. Selain itu juga, kisah ini dibumbui sejarah dan pengetahuan yang tidak alasan untuk melewati buku ini dan juga kisah segitiga sahabat itu.
Categories:
ayu utami,
Bilangan Fu,
Buku Si Kupu,
fiksi,
ulasan