Perempuan yang Melukis Wajad
Various Writer


Sebuah antologi yang menarik dari para penulis ternama Indonesia. Hujan menjadi tema besar buku yang terdiri dari 11 cerita pendek. Hujan yang memiliki banyak persepsi untuk setiap orang, bisa berarti hujan sebagai berkah yang harus disyukuri oleh orang satu, atau berarti musibah untuk orang lainnya, mungkin juga berarti kebencian untuk orang yang berbeda. Tergantung apa pengalaman atau cerita di balik hujan untuk pribadi masing-masing. 

Salah satu ceritanya adalah yang menjadi judul buku ini, Perempuan yang Melukis Wajah. Kisah ini menceritakan sebuah kejadian kelam pada seorang wanita yang sebentar lagi akan menikah. Hari yang bisa dihitung dengan jari, tiba-tiba berbalik 180 derajat di hari yang hujan dan penuh dengan kesemerawutan di Ibukota. Hari di mana ia harus melupakan semua cita-citanya, bahkan wajahnya sendiri, demi kekasih jiwanya. 

Atau kisah lain yang berjudul, Humsafar. Kisah ini menjadi kisah pertama buku ini, sekaligus menjadi kisah favorit saya. seorang wanita, yang selalu terkukung dalam kesendiriannya, bahkan semakin jadi ketika orang tuanya harus meninggal dalam sebuah kecelakaan. Kesendirian yang membuatnya nyaman itu berkat usaha keluarganya yang memiliki sebuah usaha pemakaman umum dan sekaligus menjadi tempat tinggal wanita tersebut dari kecil. Sehingga ia dijauhi temannya, karena mereka pikir sang wanita menakutkan dan mempunyai hantu. Tapi itu tidak pernah merisaukan masalah itu, masalah yang ia anggap sepele, sampai di bandara internasional Dubai. Saat ia ingin kembali ke Jakarta, ia bertemu dengan seorang pria. Pria yang akhirnya membawanya keluar dari kenyamanan sendiri, pria yang berasal dari Afganistan, pria yang bekerja menjadi editor di negara asalnya, dan pria yang berhasil mengikatkan komitmen walau terkendala jarak. Pertemuan unik, sekaligus memeberitahukannya bahwa sang pria adalah Humsafarnya.

Meski terkesan ringan, buku ini tidak benar-benar ringan jika dibaca. Banyak terselip arti-arti lain di dalamnya dari kehidupan sehari-hari. Bacaan yang pas di saat hujan seperti sekarang ini, atau ingin bernostalgia dengan deru rintik hujan.

Leave a Reply