Judul : SPBU Dongeng Sebelum Bangun 
Pengarang : Pidi Baiq 
Rate : Bikin Niat Tidur Jadi Batal Karena Jadi Seger Ketawa. 
Uhh Moment : Ketika Alien Dip Dip Pop Melahap Baliho Bergambar Musuhnya. Hap! 

Saya kaget mengetahui kalau Pidi Baiq ternyata menerbitkan komik juga. Betapa saya ketinggalan info. Padahal saya ngaku fans beratnya Pidi Baiq, walaupun bobot badan saya hanya 62 kg. saya bukan fans yang berat. Menarik pasti kalau Pidi yang emang alur pikiran dan cerita-cerita yang dibuatnya itu udah komik banget, bikin komik. Jadinya komik kuadrat. 

Tapi ternyata Pidi Baiq tidak menggambar komiknya, melainkan ia dibantu oleh Rizki Goni. Pidi hanya menulis ceritanya. Tak apa. Tak menurunkan harapan saya. Buku ini tetap menarik sebelum saya baca. 

Jangan harap bisa mengerti isi buku hanya dari judulnya. Coba saja. Apa yang bisa kita dapat dari judul S.P.B.U Dongeng Sebelum Tidur? Ada yang sama seperti saya, mengira kalau Dongeng SEbelum Tidur adalah kepanjangan dari S.P.B.U?  kalau ada, berarti kita sama-sama terkecoh. 
Adalah benar bahwa buku ini berisi dongeng. Kalau kita baca ceritanya, kita pasti akrab. Pertama, tentang si siput yang adu lari dengan si kelinci. Kedua, tentang si kancil yang mengkibuli buaya-buaya di sungai sehingga ia bisa menyebrang. Nah, kalau biasanya kedua dongen selalu mengisahkan kebaikan dan disusupi pesan moral, sehingga baik untuk dibacakan sebelum tidur, di tangan Pidi dongeng tersebut jadi keluar jalurnya. 

Pidi memberikan ending baru pada dongeng lama itu. Si Siput tentu jadi tidak menang dari kelinci yang larinya cepat. Dia kalah sekalah-kalahnya, tidak seperti dongeng aslinya yang bercerita kalau si kelinci akan sombong di pertandingan dan tidur sehingga Si Siput bisa menang. Di akhir cerita, Pidi memberikan petuah “Jangan sombong karena sombong itu sangat menyakitkan orang yang belum memilki kesempatan untuk sombong.” 

Begitu juga dengan dongeng Si Kancil. Ia tidak jadi bisa menipu para buaya-buaya yang akan memangsanya itu. Karena bagi Pidi, masa iya sudah sekian puluh tahun dan sekian generasi, buaya masih saja ketipu sama akal bulus kancil. Saatnya emansipasi buaya! 

Hanya ada tiga dongeng dalam buku tipis ini. Dua di antaranya sudah saya bocorin ceritanya. Harus jugakah cerita terakhir ini? Baiklah. Sedikit saja. Yang ketiga ini kayaknya belum ada dongeng sebelumnya. Pidi mereka ceritanya sendiri. Bercerita tentang kedatangan alien besar menyerang bumi. Hingga kemudian ada seorang pahlawan datang menyelematkan. Di cerita ketiga inilah kita bakal tahu kenapa judul buku ini adalah S.P.B.U. 

Saya selalu suka karya-karya Pidi Baiq. Di dalam kesederhanaan, kekanakak-kanakan dan kejenakaan ceritanya, Pidi tetaplah Pidi, yang pernah kuliah Filsafat di Amsterdam dan pernah jadi Dekan di kampus ITB. Semua kebesarannya itu, sedikit-sedikit meninggalkan jejak juga di komik satu ini. 

Soal gambar. Saya tidak tahu persis cara menilainya. Tapi saya suka dengan wujud-wujud karakter yang ada di komik. Di dongeng ketika apalagi, pengadeganannya pas. Situasi perkotaan yang jadi set cerita juga keren. Suatu saat saya pengin menjiplak beberapa gambarnya. 

Buku ini seru untuk dibaca, apalagi kita hanya butuh paling lama setengah jam untuk melahapnya. 

Leave a Reply