Harga: Rp 30.000--
Harga penerbit: Rp. 61.000--
Kondisi: Baru (92 %)--


Puisi-puisi renyah,  kreatif, dramatis, beberapa tragis dan aduhai dari seorang sastrawan besar yang dipublis lewat akun Twitter @JokoPinurbo itu kemudian dibukukan. Jadilah “Haduh, Aku di-Follow”. Puitwit Joko Pinurbo di buku ini dikategorikan berdasarkan tema. Ada tentang Tuhan, Kopi, Senja, Jomblo, sepatu, doa, hujan dan hal-hal sentimentil lainnya. Seluruh isi buku berwarna, setiap puisi nyaris tak pernah luput dari ilustrasi yang ngepop dan tak kalah renyah dari puisinya. Dari buku ini, kita bisa mendapatkan inspirasi rayuan, punchline tulisan, kalimat pembuka pidato dan pastinya, renungan panjang dari puisi yang singkat.

Beberapa puisinya adalah

“Tak mengapa matahariku berbeda dengan mataharimu. Mataharimu terbit dari timu, matahariku terbit dari matamu."

“Ibukota cinta adalah ibu”

“Lihat halaman terakir buku puisiku. Ada tanda tanya ang seharusnya tanda seru. Tidak ketemu? Buku puisi itu kamu."

“Tabahkanlah kami, para perempuan pengembara ini, menghadapi rezim belanja yang digdaya ini.  Amin.“


Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan.
Read More ...

0 comments





Rantau 1 Muara
A Fuadi


"Memang impian bisa jadi nyata tapi yang nyata bisa jadi hampa."

Demkian sepenggal kalimat monolog yang diucapkan oleh tokoh utamanya, Alif Fikri. Kalau diperhatikan lagi baik-baik kalimat ini, bisa dikatakan pendapat sang tokoh bukan hanya isapan jempol aja. Terkadang mimpi yang kita harapankan harus ditunda, sekalipun mimpi tersebut sudah diambang mata kenyataan. Sehingga, kita harus dipaksa memutar balik haluan dan mengelilingi jalan menuju mimpi itu sekali lagi.

Seperti kisah yang dibangun oleh A Fuadi di buku terakhir seri Tetralogi Negeri 5 Menara ini. Rantau 1 Muara adalah buku pamungkas dari kisah perjalanan sang tokoh utama, Alif Fikri, dalam memperjuangkan mimpi seorang bocah yang berasal dari daerah pinggir Danau Maninjau, Sumatera Barat. Ketiga buku ini membutikan kesabaran yang harus dirasakan Alif sebelum mencapai mimpinya ke Amerika. 

Rantau 1 Muara mengisahkan perjalanan hidup Alif sekembalinya dari Kanada. Setelah mengenyam enaknya hidup diperantauan daratan Amerika, Alif dihadapkan dengan setumpuk masalah, seperti; daftar ulang semester di kampusnya, uang kosan, dan juga serentetan urusan yang selama setahun ia tinggal ke Amerika. Ia menyadari setiap jalan yang ia tempuh, pasti selalu menemui lubang, sekaligus jalan baru yang diberikan Tuhan tanpa disangka-sangka. 

Tepat satu hari setelah sidang akhir skripsinya, Alif bertolak ke Singapura yang lagi mendapatkan beasiswa. Sepulangnya dari Singapura, kebanggaan diri yang sedikit melambungkan kepalanya, akhirnya harus tertunduk oleh krisis moneter yang bertepatan pada tahun 1999 atau saat Alif sedang masa pencarian kerja. Segala bentuk pekerjaan di koran lokal yang selama ini menyokongnya, terpaksa memberhentikannya. Usaha sudah ia kerahkan untuk mencari kerja demi kelanjutan hidup, bukan hanya hidupnya tapi juga hidup keluarganya. 

Hingga akhrinya, segala doanya dijawab oleh Tuhan dengan diterimanya Alif sebagai wartawan sebuah majalah terpercaya dan terberani yang dimiliki Indonesia sejak dulu. Setelahnya, Tuhan sudah menyiapkan rencana lain untuk hidup Alif. Dan semuanya bermula dari sini.


Membaca seri tetralogi ini selalu mempunyai kenikmatan sendiri bagi saya (Si Kupu). Dikarenakan package komplit bisa didapatkan di seri-serinya, seperti; covernya punya ciri khas dari segi font yang dipakai, ya layaknya seri buku yang dimiliki Harry Potter. Sehingga dengan melihat fontnya saja, kita sudah tau, mengacu kemana font tersebut. Ciri khas lainnya datang dari covernya. Sampul depan selalu menjadi misteri buat saya. Saya tidak melulu memperhatikan ilustrasi depan, karena menurut saya kadang keduanya tidak saling berkesinabungan. Misalnya, saya bisa saja suka covernya, tapi tidak menyukai isinya. Begitupun sebaliknya. Tapi, untuk trilogi ini, menurut saya keduanya saling melengkapi satu sama lain. Untuk pembuktian itu, silahkan saja membaca ketiga serinya. Happy reading! 
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 20.000---
Harga penerbit: 38.000--
Kondisi: baru---


Sebuah buku yang berisikan sebelas kisah dan warna-warni dikala hujan. Apa makna hujan bagimu? Kesebelas pengarang yang mempresentasikan penalaran terhadap hujan melalui karya cerita pendeknya ini. Identik dengan kesedihan dan kegamangan, buku ini menyajikan perspektif keidentikan itu dari sebelas frame yang berbeda. 

Walaupun terkesan gelap dan sendu, sering kali kita juga bersyukur dengan hadirnya hujan, tiba-tiba ataupun dimulai dengan rencanya bersama mendung. Hujan juga sebagai pengingat, hidup tidak selalu terang dan bercahaya. Buku yang cocok untuk disantap bersama teh hangat dengan suasana dingin hujan di sebuah ruangan nyaman di rumah.



Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan.
Read More ...

0 comments



Harga : Rp. 25.000
Harga Penerbit : Rp. 50.000
Kondisi : Baru (98%) 

Seperti komik-komik karya Benny Rachmadi lainnya, buku ini juga (sangat) ringan dibaca, tak butuh waktu lebih dari setengah jam untuk melahapnya. Apalagi isinya selalu humor yang konyol sekaligus dekat dengan keseharian kita. Buku ini juga mengangkat lokalitas,

Wal si kakek Jawa ditemukan berada di dasar sumur. Liem dan Sanip kaget. Namun, Wal enteng menanggapinya. Katanya, “Aku cuma lagi rendeman aja.” Dia beraksi seperti itu karena kangen pengin pulang ke  desa Tingal, kampung yang sudah ditinggalinya selama 40 tahun. Berawal dari situlah akhirnya tiga manula ini menelusuri jalur pantura hingga ke ujung timur Jawa. Petualangan konyol tiga kakek lintas etnis pun dimulai.

Seperti seri Tiga Manula Jalan-Jalan sebelumnya, seri ini juga tak sekedar berisi lelucon. Komik ini adalah sepaket informasi kuliner dan tempat wisata kota-kota yang dilewati Jalur Pantura, gambaran keragaman budaya, dan pastinya, sindiran sosial.

Serunya lagi, di buku ini ditutup dengan twist yang “nyebelin” soal tempat tujuannya. Selain itu, ada 18 halaman full color di bagian “cerita bonus” seri ini. Sebuah poster besar Tiga Manula pun disisipkan untuk menjadi hadiah pembaca.


Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan.
Read More ...

0 comments



Harga: Rp. 38.000
Harga Penerbit :  Rp. 48.000
Kondisi : Baru 

Kisah Kartini ini adalah bentuk buku dari edisi khusus Majalah TEMPO yang terbit pada April 2013 lalu. Gelap-Terang Hidup Kartini berusaha memberikan gambaran utuh tentang salah satu perempuan perkasa yang dimiliki negeri ini.

Lewat buku ini, kita akan tahu bahwa Kartini tak sebatas kebaya, rambut sanggul dan festival 21 April. Walau pun hidupnya singkat, hanya 25 tahun, Kartini sudah memaksimalkan hidupnya. Dalam surat-surat kepada sahabat penanya, yang kemudian dibukukan pertama kali dengan judul Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang), kita terlihat bahwa pemikiran Kartini sangat kritis. Kartini adalah perwujudan kekuatan pemikiran perempuan, perjuangan tentang hak perempuan, kesetaraan gender dan nasionalisme Indonesia akhir abad ke-19.

Menyajikan kisah sejarah buku begitu komprehensif. Namun tak membuat buku ini “berat” dibaca. Disajikan dengan gaya tata letak yang seperti majalah, cerita sejarah ini menjadi asik untuk dibaca.


  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Harga: Rp. 35.000
Harga Penerbit : Rp. 48.000
Kondisi : Baru (kondisi: 98%)  

Buku ini adalah penelusuran jurnalistik atas sosok Douwes Dekker, pria berdarah Belanda, Prancis, Jerman dan Jawa yang semangatnya lebih menggelora daripada penduduk bumiputra. Bersama Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hadjar Dewantara, ia adalah Tiga Serangkai yang kemudian membentuk partai politik pertama di Indonesia: Indische Partij.
Douwes Dekker pada awalnya sangat menginspirasi gerakan revolusi bangsa. Konsep nasionalismenya menginspirasi Sukarno mendirikan Partai Nasional Indonesia. Tapi ia hidup di pembuangan ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan.
Kisah si pemberani yang kemudian dikenal juga sebagai Danudirja Setiabudi ini merupakan salah satu kumpulan kisah para Bapak Bangsa yang diangkat dari edisi khusus majalah TEMPO sepanjang 2001-2012.



  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Harga : Rp. 35.000
Harga Penerbit : Rp. 40.000
Kondisi : Baru 

Kisah hidup D.N. Aidit adalah satu cerita tentang “orang kiri Indonesia” yang diangkata dari liputan khusus majalah TEMPO pada kurun waktu 2007-2010. Ide penulisan Aidit ini berasal dari si Redaktur Senior, Goenawan Mohamad. Saat itu, tak banyak media yang menulis tentang Ketua PKI ini dalam malapetaka 1965. 

D.N Aidit mungkin kita kenal sebagai Ketua PKI yang dalam satu tahun kepemimpinannya sudah bisa membuat PKI masuk empat besar partai di pemilu 1965. Seperti apakah sosok yang dalam film Pengkhianatan G-30-S/PKI ini dicitrakan sebagai lelaki penuh muslihat dan menjadi komando pembunuhan massal di 1965 ini? Dengan membaca buku ini, kita akan sepakat walau pun ia dibenci namun menarik sekaligus inspiratif untuk dipelajari. 



  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Harga : Rp. 28.000
Harga Penerbit : Rp. 38.000 --
Kondisi : Baru --

Buku yang pertama kali diterbitkan pada Oktober 1999—beberapa waktu sebelum Gus Dur terpilih menjadi Presiden—ini diterbitkan ulang pada 2010 untuk memperingati wafatnya K.H Abdurahman Wahid. Buku ini berisi kumpulan tulisan Gus Dur yang pernah dimuat di koran Kompas pada periode 1991-1999

Dari total 22 tulisan yang ada di buku ini, fokus utama Gus Dur adalah kepemimpinan politik, hubungan antara agama dan plitik, hubungan antara individu dan negara, masalah HAM, Dwifungsi ABRI, dan pengembangan demokrasi. Seperti yang disebut oleh Muhammad A.S Haikim, buku ini adalah peneguhan kepedulian Gus Dur terhadap persoalan-persoalan dasar yang masih belum terselesaikan dalam proses menuju demokrasi. 

Kumpulan tulisan dari seorang pemikir yang produktif dan berpengetahuan luas ini memang berisi gagasan-gagasan yang njlimet, tapi untungnya, Gus Dur menulisnya dengan baik dan ringan sehingga mudah diikuti. 



  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments


Harga: Rp 50.000--
Harga Penerbit: Rp 98.000--
Kondisi: Baru-- 

Perjalanan itu bukan hanya soal pergi, tetapi juga tentang pulang. Setelah sepuluh tahun hidup di jalan menjelajah berbagai negara seperti Tibet, India, dan Pakistan, Agustinus Wibowo kembali pulang ke Tanah Air. Di titik nolnya itu, ia disambut bukan oleh bahagia, tetapi oleh derita. Ibunya terserang kanker yang begitu bahaya. Sambil menemani ibunya Agustinus kembali menguras memori serta makna perjalanan yang ia tempuh selama itu dan dituliskan menjadi buku. 

Buku ini tak bercerita soal berapa uang yang bisa kita irit, tempat-tempat mana yang mesti kita kunjungi atau hotel mana yang kita mesti pilih. Buku ini bercerita tentang manusia di berbagai negara. Buku ini adalah kitab kosong kehidupan yang sudah diisi Agustinus dengan rangkuman pelajaran, filosofi, serta pengalaman hidup yang digubah oleh perjalanan. Agustinus adalah pria bertubuh kecil, tapi ia sudah bisa menaklukkan 

Seorang lulusan Ilmu Komputer ini pun menuliskan kisahnya dengan sangat mempertimbangkan estetika bahasa. Tak heran banyak kalangan yang menyebut buku ini sebagai sastra perjalanan. Membaca buku ini kita seperti bisa ikut merasakan petualangan penulis berdesak-desakan di kereta yang waktu tempuhnya 44 jam, menghadapi petugas keamanan, pendakian  gunung Thorung La yang bersalju, kehilangan dompet di India, sakit hepatitis dan tentunya, kita juga ikut merasakan perjuangan penulis di titik nolnya merawat dan mengusahakan penyembuhan ibunya.  Usai membaca buku ini kita pasti ikut tertantang untuk mulai mengisi kitab kosong kehidupan dengan sebuah petualangan besar.



Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0812 9840 1388 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan.
Read More ...

2 comments



Lalita (Seri Bilangan Fu)
Ayu Utami



Awal melihat buku ini yang terlintas adalah sebuah buku yang berhubungan dengan alam atau tumbuh-tumbuhan, seperti terlihat pada covernya. Tapi ternyata, Lalita yang  merupakan seri kedua dari Seri Bilangan Fu dan covernya merujuk pada pelukis botani Amir Hamzah dan Mohamad Toha untuk mengenang karya dan dedikasi mereka. Sepertinya gambar buah yang berbentuk bulat mengacu pada apa yang dimaksud dari kisah di dalamnya. Itu hanya analisa saya. Setelah saya menyelesaikannya.

Kisah ini dimulai dari kegelisahan Yuda pada dunia, dunianya dan dunia yang ada di sekelilingnya. Dunia nyata dan dunia fana. Lalu, tanpa tau arah langkahnya, Yuda bertemu dengan temannya yang bernama Oscar dan pada saat itu lah akhirnya Yuda bertemu dengan Lalita. Wanita yang cerdas dan menyukai seni, tapi juga menyukai seni pada dirinya. Penapilan luar wanita itu sepenuhnya "tertutup" oleh kemeriahan palsu. 

Awalnya Yuda tidak tertarik, Lalita berbeda sangat jauh dengan Marja, kekasihnya, pikirnya. Tapi takdir berkata lain. Ketika Lalita tertimpa satu kejadian yang hampir mencelakakannya, tapi akhirnya terhalang oleh kesigapan Yuda. Sebagai balasannya lah, Lalita memberikan Axis Mundi pada Yuda, yang belum pernah Yuda rasakan, sekalipun dengan Marja. 

Sekaligus rentetan kejadian aneh, tidak hanya menimpa Yuda, tapi juga kekasihnya Marja dan sahabatnya Parang Jati. Lagi ketiga sahabat itu harus bergumul dengan sebuah misteri yang mau tidak mau mereka pecahkan dan cari tau kebenaran dan asalnya.  Rentetan misteri yang diterima ketiga sahabat itu akan mengantarkan mereka pada sebuah misteri antara Candi Borobudur, Sigmund Freud, Carl Gustav Jung, dan Vampir. Lalu, apa hubungannya antara misteri itu terhadap Lalita dan Sejarah Indonesia?

Seri lanjutan dari Manjali dan Cakrabirawa ini mempunyai tokoh sentral yang sama, yakni; Yuda, Parang Jati dan Marja. Dan di kedua bukunya, ketiga sahabat ini memasuki dunia baru dari misteri yang ada di depan mereka. Selain itu juga, kisah ini dibumbui sejarah dan pengetahuan yang tidak alasan untuk melewati buku ini dan juga kisah segitiga sahabat itu.
Read More ...

0 comments



Perempuan yang Melukis Wajad
Various Writer


Sebuah antologi yang menarik dari para penulis ternama Indonesia. Hujan menjadi tema besar buku yang terdiri dari 11 cerita pendek. Hujan yang memiliki banyak persepsi untuk setiap orang, bisa berarti hujan sebagai berkah yang harus disyukuri oleh orang satu, atau berarti musibah untuk orang lainnya, mungkin juga berarti kebencian untuk orang yang berbeda. Tergantung apa pengalaman atau cerita di balik hujan untuk pribadi masing-masing. 

Salah satu ceritanya adalah yang menjadi judul buku ini, Perempuan yang Melukis Wajah. Kisah ini menceritakan sebuah kejadian kelam pada seorang wanita yang sebentar lagi akan menikah. Hari yang bisa dihitung dengan jari, tiba-tiba berbalik 180 derajat di hari yang hujan dan penuh dengan kesemerawutan di Ibukota. Hari di mana ia harus melupakan semua cita-citanya, bahkan wajahnya sendiri, demi kekasih jiwanya. 

Atau kisah lain yang berjudul, Humsafar. Kisah ini menjadi kisah pertama buku ini, sekaligus menjadi kisah favorit saya. seorang wanita, yang selalu terkukung dalam kesendiriannya, bahkan semakin jadi ketika orang tuanya harus meninggal dalam sebuah kecelakaan. Kesendirian yang membuatnya nyaman itu berkat usaha keluarganya yang memiliki sebuah usaha pemakaman umum dan sekaligus menjadi tempat tinggal wanita tersebut dari kecil. Sehingga ia dijauhi temannya, karena mereka pikir sang wanita menakutkan dan mempunyai hantu. Tapi itu tidak pernah merisaukan masalah itu, masalah yang ia anggap sepele, sampai di bandara internasional Dubai. Saat ia ingin kembali ke Jakarta, ia bertemu dengan seorang pria. Pria yang akhirnya membawanya keluar dari kenyamanan sendiri, pria yang berasal dari Afganistan, pria yang bekerja menjadi editor di negara asalnya, dan pria yang berhasil mengikatkan komitmen walau terkendala jarak. Pertemuan unik, sekaligus memeberitahukannya bahwa sang pria adalah Humsafarnya.

Meski terkesan ringan, buku ini tidak benar-benar ringan jika dibaca. Banyak terselip arti-arti lain di dalamnya dari kehidupan sehari-hari. Bacaan yang pas di saat hujan seperti sekarang ini, atau ingin bernostalgia dengan deru rintik hujan.
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 30.000--
Harga Penerbit: Rp 50.000--
Kondisi: Baru-- 



Petualangan tiga sahabat mengarungi misteri-misteri yang ada di Indonesia, Yuda, Marja, dan Parang Jati. Lalita merupakan buku kedua dari kisah petualangan ketiga sahabat tersebut. Menceritakan kegelisahan Yuda terhadap dunianya dan dunia sekelilingnya. Sebuah kegelisahan yang muncul berkaitan dengan tak ratanya kehidupan di Ibu Kota yang menawarkan perbedaan yang mencolok. Lalu munculnya Lalita di hadapannya. Wanita yang tidak ia sangka-sangka bisa menarik perhatiannya, padahal ia tipe lelaki setia terhadap gadisnya, Marja. Wanita yang bisa memberikan kenikmatan yang wanita manapun bisa berikan kepadanya, Marja sekalipun. 

Tapi ia tidak pernah membayangkan pertemuan itu merupakan awal dari dari rentetan misteri yang akhirnya melibatkan kedua sahabatnya Marja dan Parang Jati. Ternyata Lalita bukan lah wanita dewasa biasa yang hidup di kalangan atas dan sosialita Ibu Kota. Ia menyimpan misteri sejarah Borobudur yang ternyata ada kaitannya dengan ilmuan psiko analisa Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung. Misteri yang kemudian mengatarkan Parang Jati dan Marja harus menemukan sesuatu yang sudah lama hilang dan membersihkan apa yang sudah dimulai oleh Yuda. Suatu kekacauan yang disesali Yuda, karena harus merelakan kekasih sekaligus sahabatanya Marja harus kembali dengan Parang Jati yang ia tahu menyimpan sesuatu di belakangnya.&nbsp ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

1 comments



Harga: Rp 38.000--
Harga Penerbit: Rp 65.000--
Kondisi: Baru--


Alif seorang santri yang awalnya disekolahkan di pesantren ternama di tanah Jawa oleh Amaknya untuk menjadi ulama seperti Buya Hamka, akhirnya justru bisa melanglang buana melalui mimpinya. Setelah lulus dari Pesantren Gontor, Alif akhirnya pulang ke kampung halamannya, di Padang, Sumatra Barat. Ia ingin meneruskan mimpinya untuk menjadi seperti Habibie. Namu dua kendala muncul di depannya, Amak dan Ijazah. Amak yang ingin anaknya menjadi ulama di daerahnya dan Pesantren Gontor yang belum mengeluarkan ijazah untuk anak didiknya. 

Sesuai dengan mantra pertamanya, man jadda wajada - orang yang bersungguh-sungguh akan berhasil, akhirnya Alif menemukan jalannya menuju mimpinya. Mimpi yang kemudian akan menemukannya pada mantra kedua man shabara zhafira - orang yang bersabar akan beruntung yang menuntunnya kepada keberuntungan-keberuntungan hingga ke negeri Kanada. ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments




Harga : Rp. 50.000
Harga Penerbit : Rp 90.000--
Kondisi : Baru--
Penerbit : B First--
WaktuTerbit : Oktober 2009--

Kumpulan tulisan wartawan musik kawakan yang lama bekerja di majalah Rolling Stone ini akan menuntun serta memandu kita masuk, menjelajah, bertualang, menjadi penghuni atau hingga menguasai rimba industri musik di negeri kita.

Melalui tulisan bergaya feature-nya, Wendi Putranto memaparkan bagaimana cara menentukan nama serta imej band, cara mematenkan hak cipta atas nama band dan lagu; peran dan fungsi label rekaman, manajer artis, produser, sound engineer dan road crew; dan. apa yang mesti dilakukan musisi jika ingin membuat big break di industri rekaman.

Tentu, buku ini bukan ditulis sekadar dengan menerjemahkan buku sejenis dari luar negeri, melainkan berdasarkan riset mendalam di industri musik lokal kita. Wendi observasi dan wawancara langsung para pelaku di berbagai bidang industri musik.  Tentu, cerita pengalaman sejumlah musisi lokal seperti Arian “Seringai”, White Shoes and The Couples Company, The Brandals, Gigi, Peter Pan (saat belum berubah nama menjadi NOAH), dll akan kita temukan di sini.

===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

3 comments



Harga : Rp. 18.000
Harga Asal : Rp. 29.800
Penerbit : Elex Media
Waktu Terbit : 2010

Buku ini akan menjadi batu lompatan pertama yang tepat untuk mempelajari gagasan-gagasan Karl Marx. Cerita bergambar dengan gaya manga berkisah tentang seorang Robin, pengusaha keju, yang bekerja sama dengan Daniels, seorang milyuner, untuk memproduksi keju sebanyak-banyaknya demi meraih untung walau pun harus menekan buruh-buruhnya untuk bekerja keras namun dengan bayaran yang sangat sedikit. Karl—yang sepertinya merujuk pada Karl Marx—menjadi salah satu buruh pabriknya yang melakukan perlawanan.

Melalui cerita sederhana ini sadar tidak sadar, pembaca dikenalkan dengan pemikiran Karl Marx tentang proses produksi kapitalisme, eksploitasi buruh, jual beli tenaga kerja, nilai, serta pertentanga kelas dalam lingkungan sosial.

Usaha Variety Art Works, si penggagas buku manga ini, saya rasa berhasil. Bacaan wajib kelas dunia Karl Marx menjadi bacaan ringan yang menarik dengan dibuatkan komik seperti ini. ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments


Harga : Rp. 15.000
Harga Penerbit : Rp. 25.000
Kondisi : baru
Penerbit : Gagas
Waktu terbit : 2009

Ngeblog Dengan Hati akan mengingatkan kita pada hakikat awal blog dan budaya blogging tercipta. Yaitu sebagai media alternatif yang memungkingkan kita berbagi cerita, pengalaman, gagasan serta kreatifitas diri. Ngeblog Dengan Hati juga memandu kita untuk menemukan kekhasan cara menulis, sudut pandang yang original, serta menakar keseriusan, gaya nyeleneh serta humor dalam tiap posting blog sehingga menarik dan berguna bagi pembaca.

Beberapa contoh judul tulisan Ndoro Kakung si wartawan senior dalam bukunya ini adalah  Yang Harus Dihindari Blogger Pemula; Membuat Postingan Yang Nendang; Agar Tak Bosan Ngeblog; Yang Penting Isi Bukan Asal-Asalan; serta Etika dan Hukum dalam Bloging.

===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments


Harga : Rp 28.000
Harga Penerbit : Rp. 44.000
Kondisi : Baru
Penerbit : B First
Waktu Terbit : April 2012

Jauh sebelum dikenal sebagai seorang wartawan musik dan standup comedian, Soleh Solihun sudah rajin berceloteh. Media yang dipilihnya adalah blog. Dengan membaca kumpulan tulisan Soleh di blog ini kita akan mengetahui bahwa lulusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran ini tak hanya nyeleneh, tetapi juga (kadang) kritis dan (kadang) puitis.

Isi Celoteh Soleh dibagi ke lima kategori. Saya Soleh Solihun, yang menceritakan tentang diri Soleh secara khusus. Mata, menampilkan kumpulan tulisan tentang pengamatan Soleh terhadap dunia sekitarnya. Telinga, tentu saja berisi tulisan-tulisan Soleh tentang musik. Hati, tempat Soleh mengeksplor sisi puitis dan sentimentilnya. Dan Sayang untuk Dibuang, yaitu tulisan-tulisan kasual yang tak terkategorikan namun tetap menarik untuk dibaca.

Lewat tulisan ini kita jadi bisa tahu perjalanan hidup serta pandangan Soleh Solihun saat masih mahasiswa, saat mengikuti pelatihan jurnalistik di salah satu yayasan jurnalistik ternama, Pantau;  saat Soleh Solihun melakukan peliputan-peliputan musik dan tentunya, kisah asmara Soleh Solihun juga bisa simak di potongan-potongan tulisannya disini.

===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Witness in Death
J.D. Robb


Tiba-tiba saya suka berburu buku karangan J.D. Robb, padahal awalnya say tidak begitu tertarik membaca buku pertama yang saya baca. Tapi setiap ketika menemukan buku J.d Robb saat huntibg buku, menjadi hal yang memuaskan. Sebenarnya, sama seperti dua buku misteri-triler yang saya baca, Sydney Sheldon dan Agatha Chritie, hanya saja, J.D Robb memberikan tokoh utama yang sama dengan kasus yang beraneka ragam.

Kali ini kasus tersebut terjadi tepat di depan mata sang Letnan Dallas, selaku pimpinan NYSPD untuk kasus pembunuhan. Letnan Eve Dallas bersama suaminya, Roarke, sedang menikmati pertunjukan teater mengenai pembunuhan. Karena sudah terbiasa mengurus pembunuhan, Eve, tidak tahan untuk tidak menganalisis kisah yang sedang ditontonnya. Tapi ketika ia sedang memeperhatikan tokoh pembunuh, ia melihat sesuatu yang tak wajar. Tokoh yang seharusnya mati palsu, tiba-tiba bersimbahkan darah tepat di depan matanya.

Seketika itu juga, Letnan Dallas dan Roarke berlari menuju pangguug. Tepat saat itu juga sang tokoh pembunuh, Areena, berteriak histeris dan pingsan, begitu melihat darah yang seharusnya tidak ada. Pembunuhan yang menyita banyak perhatian dan saksi, belum juga media yang akan mengangkat kematian aktor yang sangat berbakat, Richard Draco. Satu-satu, saksi ditanyai, aktor-aktris, crew, penonton. Eve, sadar, korban dibenci oleh keseluruhan orang yang mengenal secara pribadi maupun, untuk urusan pekerjaan. 

Pekerjaan, Eve dan timnya semakin sulit. Karena pembunuhan ini dibuat menjadi bagian dari pementasan drama oleh sang pembunuh. Belum lagi salah satu crew drama tersebut, ditemukan mati gantung diri. Tapi, Eve tidak mau menerima, kalau itu bunuh diri. Ketika ia mempelajari lagi video yang menunjukan pementasan, sang crew, Eve melihat sesuatu yang janggal yang dilihat oleh sang crew. Hanya tiga detik hal yang janggal itu muncul di muka sang crew, tapi memuat Eve terusik. 

Eve sadar ia berhadapan dengan aktor/aktris yang berbakat dan sangat mencitai pekerjaannya, mau tak mau, Eve harus ikut bersandiwara mengikuti alur sang pembunuh.

Logika pembunuhan menarik perhatian saya, hingga menghasilkan alibi untuk sang pembunuh. Kisah kali ini lebih sentimentil, karena mengembalikan lagi kesedihan lama sang Letnan. Seperti apa kasus yang ditangani dengan mengikutikan sertakan hal yang dilarang oleh polisi, emosi.
Read More ...

0 comments



Mere Matkadevi dan 123 Karakter Lainnya
Tulus Ciptadi Akib



Kemajuan jaman berdampak dengan daya kreatifitas manusia. Salah satu contohnya buku ini. Buku ini saya temukan secara tidak sengaja, pemberian dari seorang editor penerbit yang menerbitkan buku ini. Untuk refrensi saya, katanya. Begitu saya melihat konsep yg dibuat sang penulis, saya terkesan dengan ide dan latar belakang ia menulis, hingga akhirnya dibukukan. 

Jika kamu ingin membaca sebuah cerita dari berbagai sudut  atau dengan berbagai macam trik layaknya novel, bukan buku ini yg kalian cari. Tapi setidaknya buku ini memberikan banyak warna, banyak genre, di dalamnya. Buku ini menyajikan kisah yang sering secara sadar kita tahu tapi dilupakan atau tersamarkan dengan lika-liku kehidupan sehari-hari, bahkan ada juga yang jarang kita perhatikan. Cerita yang disajikan tidak lebih dari dua halaman, bahkan ada pula yg hanya kurang dari setengah halaman. 

Dan yang paling menarik perhatian saya adalah cara sang penulis memberikan judul dan membungkus cerita yang terdiri dari 123 cerita dengan cara yang menggelitik. Setiap judul diberi nama sesuai dengan toko utama yang mewakilkan kisahnya. Dan bukunya dikemas seperti buku telepon yg diawali oleh abjad namanya. Walaupun kisahnya saya sebut very short story, tapi tidak melupakan klimaks yang menjadi nyawa hingga bisa disebut sebuah cerita. 


Salah satu kisahnya mengenai sudut pandang seorang anak yang berusia empat tahun terhadap keluarga heterogen atau dari lingkungan homoseksual. Atau kisah seorang gadis berusia 27 tahun yang harus meninggalkan Abangnya yang menjadi keluarga satu-satunya untuk memasuki hidup baru. Kisah misteri, kisah cinta usia remaja, kisah cinta usia tua, kritik untuk pemerintaha, kaya, miskin, kisah cinta universal, bahkan kisah seorang anjing kampung. Warna-warni hidup dirangkum menjadi sebuah telepon yang apik oleh sang penulis. 
Read More ...

0 comments



Rojak
Fira Basuki
Uhh moment: "pergi ke hanya untuk menemui selingkuhan"


Sebarnya saya mau menunda baca buku ini dikarenakan saya belum mempunyai buku sebelumnya, Biru. Tapi, apa boleh buat rasa penasaran saya timbul setelah membaca blurbnya. Sehingga dari situ pula saya tau, Rojak mengacu pada Rujak. Makanan khas Indonesia yang berisikan buah-buahan yang diberi bumbu kcang yang gurih nan pedas. Makanan yang berisikan berbagai macam rasa dan bentuk. 

Kisah di mulai dari masa ketika sebuah kejadian sudah berlangsung. Seorang wanita yang disebut Jan sedang bertemu seorang sahabatnya, Bernice, di sebuah sel di Singapura. Sebuah permintaan yang menyayat disampaikan kepada Bernice dari Jan, sebuah buku harian bersampul coklat yang Jan mohon Bernice sampaikan kepada seorang lelaki bernama Eric Tan. 

Setelah memegang buku harian bersampul coklat itu tiba-tiba Bernice merasa tidak benar-benar mengenal sahabatnya yang sudah dikenalnya semasa duduk di bangku sekolah menengah yang juga di Singapura. Kenapa Jan bisa masuk ke penjara? Dan siapa pula lelaki bernama Eric Tan? Padahal sesungguhnya suami Jan seorang Jawa bernama Setyo, bukan Eric. Rasa penasaran itu yang akhirnya membiarkannya rasa sungkannya untuk membuka lembar demi lembar buku harian bersampul coklat itu. 

Lalu cerita berjalan mundur, sesuai waktu dan tempat yang tertulis di setiap kisah dalam buku harian bersampul coklat. Kisah seorang wanita yang memiliki seorang suami berdarah Indonesia dan dua anaknya yang harus tinggal dengan mertua wanitanya yang keturunan ningrat. Jan merasa menjadi budak di rumahnya sendiri, melayani sang Ibu mertua tanpa ada dukungan dari suaminya. Hanya permohonan dari suaminya yang berat ke Ibunya. Ketika mengadu ke Ibu kandungnya sendiri, Ma (sebutan sang Ibu) menyuruhnya untuk bersabar, terlebih pada pernikahan campuran yang pasti memiliki perbedaan. 

Tidak ada yang mengerti Jan. Jan harus melakukan sandiwara di depan kedua anaknya dan Ibu mertuanya. setyo, suaminya, tidak ada memberikan dukungan. Sampai suatu saat, Jan bertemu dengan Eric, segalanya berubah. Benar-benar mengubah arah hidup Jan. Tanpa ia sadari, kebahagiaan sesaat bukan hanya mengubah takdirnya, tapi juga keluarganya.

Alurnya yang maju mundur ke masa lalu, masa sekarang dan masa saat sang Ibu mertua bertemu dengan Bapak mertuanya sedikit membuat bingung, apalagi ditambah dengan sudut pandang yang bercampur-campur antara JAn, Bernice, ibu mertua dan Setyo, suami Jan. Tapi permaninan psikologis pada buku ini menarik untuk ditilik. Walaupun buku ini bisa dikategorikan buku yang tipis dengan isi setebal 174 halaman, tapi banyak yang bisa diambil dari kisahnya.

Read More ...

0 comments





Catching Fire - Tersulut
Suzanne Collins
Uhh moment: Adegan di mana Katniss mengenakan baju buatan perancangnya sebagai ejekan untuk kapitol.



The second is better than the first!! Seenggaknya itu menurut saya. Saat saya membaca seri pertama, saya seperti membaca buku teenlit dengan kemasan baru. Apalagi dengan endingnya yang anti klimaks. Tetapi seri kedua berbeda. Suzanne Collins berhasil memutarbalik itu semua!

Kisah dimulai dengan kehidupan pemenang ke 75 Hunger Games, Katniss Everdeen dan Peeta Melark. Setelah berhasil mempermainkan pemenrintahan capitol dengan kemenangan dua orang pemenang, mereka harus menjalankan serangkaian kunjungan pemenang ke distrik-distrik, capitol, hingga kembali ke distrik mereka sebagai puncak arak-arakan pemenang, sebelum akhirnya mereka akan menjadi mentor di acara quarter quell. Quarter quell merupakan acara hunger games per 25 tahun sekali dengan games yang dirancang lebih menantang dan bahkan sampai mengundang dua kali lipat peserta.

Tetapi hidup Katniss yang membosankan sebagai pemenang tidak akan lagi bisa menyenangkan dan aman semenjak kejadian buah berry yang ia lakukan saat final hunger games untuk memenangkan ia dan Peeta. Ternyata tindakannya itu menyulut api pemberontakan di distrik-distrik lain, dimulai di distrik sebelas ketika ia mengunjungi distrik tersebut sebagai pemenang hunger games! Apa lagi pemberontakan itu semakin nyata dengan kedatangan langsung presiden Snow ke rumahnya yang baru di desa pemenang di distrik 12, presiden Snow mengancam Katniss untuk melakukan skenario capitol agar meredam api pemberontakan yg telah tersulut.Mereka harus memanikan lagi sandiwara dua pasangan merana yang sedang jatuh cinta.

Tugas yang seharusnya mudah karena sudah ia dan Peeta lakukan selama di arena Hunger Games, tiba-tiba mejadi sulit. Usaha mereka untuk memenuhi rencana capitol selama perjalanan pemenang dinyatakan gagal dengan timbulnya pemberontakan baru di distrik 8. Timbulnya pemberontakan-pemberontakan tersebut menyadarkan Katniss akan kebusukan capitol dan permainannya yang telah membuatnya menjadi boneka mereka. Dengan kenyataan itu, Katniss berusaha membalikan keadaan dan ikut mejungkirkan capitol, tetapi rencana tersebut tidak berlangsung lama hingga capitol mengeluarkan sejatanya, yaitu memasukan lagi para pemenang yang masih ada di setiap distriknya dalam quarter quell, yang otomatis mengharuskan Katniss (sebagai satu-satunya pemenang wanita di distrik 12)menjadi peserta lagi. Katniss sadar ini lah skenario selanjutnya capitol untuk melenyapkannya di depan para pemberontak. Harapan kembali digoyahkan. Tetapi satu-satunya hal yang capitol tidak tahu adalah sang mockingjay tidak akan pernah kehilangan suaranya untuk bernyanyi.

Seri kedua ini benar-benar tidak membiarkan orang yang membacanya duduk tenang sebelum mereka menyelasaikannya, setidaknya menurut saya. Dengan intrik-intrik yang ditutupi dari Katniss hingga akhir cerita membuat saya sebagai pembaca menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya pada sang Mockingjay atau Katnis yang sudah menjadi lambang pemberontakan itu sendiri. Belum lagi Collins yang sengaja membuat bigung pambaca dengan perasaan Katniss terhadap dua pria yang memiliki karakter bertolak belakang tetapi sama-Sama mencintainya mati-matian dan pastinya sama-sama memiliki ketampanan dan kelebihannya masing-masing. 

Dengan pasangan dari distrik 12 Katniss dan Peeta sepertinya memperkuat kisah ini. Peeta yang lebih lembut, penyayang, penuh perhitungan dan mempunyai kekuatan disetiap kata-katanya dengan Katnis yang tangguh dan spontan membuat kisah ini semakin menarik, perbedaan antara Peeta dan Katniss lah yang membuat medan daya mereka jadi tarik-menarik. Selain kisah percintaan segitiga, kisah fantasi seri Hunger Games memiliki sisi nyatanya pula yang menarik perhatian saya. Adanya Hunger Games, pertahanan hidup di arena, pemerintahan Capitol dan serang-serangan yang dirancang oleh juri Hunger Games saat diarena, mengingatkan saya akan kehidupan ini. Dimana manusia akan selalu menghadapi apapun tanpa tau apa yang menunggu di depan sana. Dan juga kehebohan, ketidakpekaan dan juga mementingkan teknologi serta tidak akan terusik apabila kepenuhannya tidak terpenuhi rakyat capitol, sepertinya menjadi kritik dari penulis terhadap masyarakat modern sekarang yang sudah seperti robot dibandingkan manusia. Jadi selain menghibur dengan karya fiksi-fantasinya, Catching fire juga bisa membawa kita dunia dari segi buku faksi-fantasi ini dan juga lebih semangat membacanya dibanding seri pertamanya.
Read More ...

0 comments


Harga : Rp 35.000
Harga Jual : Rp. 60.000
Kondisi : Baru
Penerbit : Plotpoint
Tanggal terbit : Mei 2012

Apa pun profesi dan ketertarikan kamu, saya jamin jika kamu membaca buku ini pasti jadi pengin menjadi komikus. Atau setidaknya mencoba membuat komik.  Buku ringan yang dibuat penulis kelas kakap ini mempresentasikan komik sebagai sebuah medium komunikasi yang membumi, bisa di buat siapa pun. Tidak seperti kesalahkaprahan yang selama ini beredar: “Jadi komikus itu mesti bisa gambar realis.” “Membuat komik harus pakai alata gambar khusus, plus program grafis computer” “komikus harus berbakat ngomik” atau bahkan “komik harus berwarna” D’oh!!

Di bagian awal buku, semua mitos keliru soal komik itu langsung padam. Apalagi ketika diceritakan bahwa seorang Alexa Kitchen yang sejak usia 3 tahun senang menggambar dan komik-komik yang ia bikin sejak usia lima sudah dibukukan dan diterbitkan. Kalau dilihat pun, gambarnya jauh dari realis, hanya gambar-gambar khas anak kecil. Namun, Alexa selalu punya cerita.

Nah, asiknya, karena bukufull color ini ditulis oleh seorang peneliti budaya popular dan budaya visual, khususnya komik dan film, kita tak hanya sekedar mendapatkan workshop membuat komik dari para master komik dunia, tetapi juga pelajaran tentang teori serta sejarah komik dunia. Karena itulah, buku ini akan menarik tak hanya bagi orang yang ingin belajar bikin komik, tetapi juga para komikus yang sudah berpengalaman dan orang-orang lain yang memang gemar dengan ihwal visual.


Read More ...

3 comments



Judul : Hanya Salju dan Pisau Batu-- 
Penulis : Pidi Baiq dan Happy Salma-- 
Rate : Menyenangkan sekaligus menyebalkan-- 
Uuh moment : "Alienasi"

Ini adalah buku kolaboratif. Ditulis oleh Pidi Baiq dan Happy Salma. Ah, kenapa saya malah menuliskan Pidi Baiq lebih dulu dibanding Happy Salma, berbeda dengan yang dituliskan di buku. Tak jelas apakah buku ini fiksi atau bukan. Tulisannya bercampur-campur antara curhatan, cerita fiksi pendek, cerita fakta berkedok fiksi dan gagasan serta opini yang bahkan terkadang kritis sekaligus filosofis.

Buku ini menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena bikin penasaran. Apakah gerangan yang akan menjadi tulisan balasan untuk tulisan sebelumya. Pertanyaan itu jadi bahan bakar yang membuat saya terus melanjutkan buku sampai habis.

Bentuk tulisan yang saling berbalas ini juga membuat saya teringat dengan budaya berkirim surat dengan sahabat pena yang belum pernah bertatap muka. Dan ternyata benar, Pidi Baiq dan Happy Salma saat menulis buku ini belum pernah bertemu sama sekali (Tapi dari situ timbul pertanyaan, apa yang membuat mereka berkolaborasi membuat buku. Hmm, mungkin karena Happy Salma selebritis dan dia membaca buku Pidi Baiq)

Aksi berbalas cerita ini mengingatkan saya pada kisah Mary dan Max di film Mary and Max, dua sahabat pena beda umur dan dipisahkan jarak yang begitu jauh. Mary di Australia, Max di Amerika. Mereka begitu intim bertukar kisah dan pemikiran, bahkan hingga bertahun-tahun. 

Berdasarkan pengalaman pribadi dalam berkirim kartu pos pun, saya juga merasakan serunya bertukar cerita dengan orang asing. Mungkin karena itu juga buku ini menyenangkan bagi saya. Entah gimana, saya malah bisa mencurahkan isi hati kepada orang yang saya tak kenal itu. Dan begitu jugalah yang terjadi pada buku ini, Happy Salma terasa begitu mantap menceritakan kejadian-kejadian di hidupnya. Buku ini pun tak jadi sepenuhnya buku fiksi, karena Happy bercerita seperti dia menulis diari. Dia bercerita tentang sosok Ayahnya yang ia cinta, tentang pertunjukan teater yang ia hadiri, tentang masa kecilya, juga tentang kegilasahannya atas gaji teman kerjanya yang sangat kecil.

Pidi Baiq, selalu merespon cerita-cerita Happy Salma. Entah dengan banyolan ngawur, uraian filosofis dan logis tentang apa yang dipersoalkan di cerita Happy Salma; dengan cerita fiksi yang satu tema, atau mengurai gagasan-gagasan kritis. Ya, di buku ini, Pidi Baiq sering sekali mengeluarkan sisi kritisnya. Contohnya, Pidi Baiq bahkan, dalam tulisan berjudul Alienasi, mengutip Karl Marx untuk merespon cerita Happy Salma tentang penghasilan seorang seniman. 

Sayangnya, dan juga curangnya, tulisan-tulisan Pidi Baiq sangat jarang direspon oleh Happy Salma. Hmm, apa memang kolaborasi ini memang dibuat satu arah? Ah, oke, catat ini sebagai hal yang menyebalkan dari buku ini.

Menarik untuk dicermati juga kehidupan Happy Salma ini. Tuturan ceritanya mencerminkan bagaimanakah gaya hidup masyarakat kelas menengah yang suka sastra. Dia berpenghasilan tinggi, bergaul dengan sosialita, ikut arisan rutin bersama ibu-ibu sekelasnya, menaruh atensi lebih pada detil, termasuk pada ketimpangan yang terjadi di lingkungannya, ia iba pada rekan kerjanya yang kerjanya berat tapi gajinya sangat kecil. Ia sadar gajinya berkali-kali lipat lebih besar daripadanya, ia juga sadar kalau rasa ibanya besar. Ia berbelas kasih. Tapi sayang, tanpa aksi. Ia hanya bisa diam, dan tak bekutik sedikitpun. Ia hanya bisa iba. Ah, persis sekali dengan kelas menengah lainnya yang berisik mengeluh di Twitter.


Pidi dan Happy sama-sama kelas menengah. Tapi mereka menjalani hidup dengan cara yang berbeda. Pidi gemar memberi uang kepada orang asing secara spontan. Ia juga akrab bergaul dengan tetangganya. Dan Pidi hidup apa adanya, sederhana dan otentik, persis seperti gaya tulisannya. Tidak berbunga-bunga mencoba nyastra seperti  gaya tulisan Happy Salma. 
Read More ...

0 comments



Nama Produk : Life Face Mini Notebook 
Produk : Jepang 
Harga : Rp. 18.000
Ukuran : 9,5 x 14,5 cm 
Jumlah Halaman : 64 halaman 
Jenis Jahit : Benang 
Kondisi : Baru 

Notebook berkualitas produks jepang ini cocok untuk kita yang gemar mengoleksi tiap pengalaman-pengalaman yang kita lewati. Seukuran kantong, notebook ini asik untuk kita bawa berjalan-jalan. Kertasnya yang bagus serta tampilannya yang hangat pasti akan memicu kita untuk gemar mencatat, baik dalam rupa tulisan atau pun gambar.




Read More ...

0 comments



Harga : Rp 30.000--
Harga Penerbit: Rp. 49.000--
Kondisi : Baru (stok lama)--
Penerbit : Bentang-- 
Tanggal terbit : April 2011-- 
Jumlah Halaman : 294-- 


Berakhirnya orde baru ternyata tak serta merta membuat frekuensi milik publik bisa digunakan untuk menyiarkan kepentingan publik. Demokrasi bermedia ternyata dijadikan sekadar komoditas bagi para bos televisi. Alih-alih bisa merangkul masyarakat di segala penjuru Indonesia, televisi malah digunakan untuk kepentingan pihak tertentu dan menurut Ade Armando, televisi sekarang ini sangat Jakarta sentris. Tak salah jadinya kalau ada yang berkata bahwa media massa adalah penghancur kebhinekaan massa.

Buku ini akan menunjukkan bagaimana sistem pertelevisian yang sentralistis itu lahir, berkembang dan bagaimana itu merugikan kepentingan masyarakat luas. Buku ini juga akan memaparkan penjelasan serta ulasan sejumlah undang-undang terkait industri pertelevisian. Salah satunya yang paling penting adalah UU Penyiaran yang lahir pada 2002 yang diharapkan bisa membawa perubahan ternyata tak kunjung berjalan sesuai harapan karena adalahnya jalinan kepentingan antara pemodal dan negara yang menghambatnya.


===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments




Harga: Rp 18.000--
Harga asal: Rp 29.800--
Kondisi: Baru--


Sebuah drama termahsyur pada zamannya dan dikenal hingga kini, King Lear karya William Shakespeare, yang dipublikasikan dengan jenis karya yang sama sekali berbeda dengan aslinya, yakni komik. Dengan visual yang mempunyai versi sendiri dari drama yang sudah dipentaskan. 

Mengisahkan sebuah kerajaan di Inggris, hidup seorang Raja dengan tiga putrinya. Sang Raja ingin membentuk tiga wilayah baru kerajaan dan berencana membagikan tiga wilayah tersebut kepada tiga putrinya, tetapi dengan satu syarat. Wilayah terbesar akan diberikan kepada putri yang paling menyayanginya. Satu persatu putrinya berbicara di depan King Lear dan para ajudannya, dimulai dari putri pertama, Goneril, lalu Regan putri kedua, dan terakhir si bungsu, Cordelia. 

Sang Raja tidak pernah tau maksud sebenarnya dari masing-masing anaknya, serta dua menantu dari Goneril dan Regan. Belum lagi masalah dalam antara abdi terdekat Raja antara anak kandung dan anak dari hasil hubungan gelapnya.

Suatu hal yang menarik kisah drama tragedi karya Shakespeare menjadi sebuah komik. Seorang ppembaca yang sebelumnya belum pernah membaca dramanya atau bahkan tau karyanya, bisa mengenal dari komik ini sebelum melanjutkan kisah aslinya, dramanya. Patut menjadi bahan bacaan yang menambah refrensi. ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218 dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments



Harga: Rp 35.000--
Harga asal: Rp 55.000--
Kondisi: baru (stok lama)--

Seorang anak laki-laki yang bernama Pi baru saja kehilangan seluruh keluarganya, termaksud hewan-hewan yang pergi bersamanya dan keluarganya dengan menggunakan kapal laut. Dan dihadapkan dengan kenyataan hidupnya akan berjalan bersama seorang macan loreng yang selama ini dilarang keras untuk ia dekati, karena kebuasannya dan itu sudah dibuktikan langsung oleh Pi atas prakarsa Ayahnya. 

Pi tidak sempat bersedih, selanjutnya hidupnya hanya berisikan pemikiran untuk bertahan hidup di tengah-tengah samudra pasifik bersama seekor macan tutul bernama Richard Parker. Sebelum kejadian obak besar yang menenggelamkan kapal yang ditumpangi keluarganya, Pi adalah seorang anak yang kritis dan pencari  dan percaya Tuhan. Saat ia pikir hidupnya sudah tamat, saat itu lah PI diuji dan menemukan jawabannya. ===

  • Pemesanan buku  bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 0856 9333 2218  dengan menyebutkan: Nama, Alamat Lengkap dan Judul Buku Yang Dipesan. 


  • atau bisa juga dengan mengisi formulir di bawah ini:




  • Sesegera mungkin kami akan melakukan konfirmasi pemesanannya. 
  • Pembayaran dilakukan setelah mendapat email konfirmasi
  • Pembayaran dilakukan via tranfer ke rek BCA an Fertina Nurisa Mitra 884 023 9447
Read More ...

0 comments